Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tembok Baja 'La Roja' Bungkam Prancis: Spanyol Melenggang ke Final Piala Dunia dengan Rekor Hanya 1 Kebobolan

Redaksi Prokal • Rabu, 15 Juli 2026 | 06:26 WIB
Pemain Spanyol rayakan kemenangan atas Prancis. (Tom Weller/dpa)
Pemain Spanyol rayakan kemenangan atas Prancis. (Tom Weller/dpa)

DOHA — Pertahanan kokoh kembali membuktikan tuahnya di panggung tertinggi sepak bola dunia. Spanyol resmi mengamankan tiket ke final Piala Dunia setelah menyajikan performa defensif yang luar biasa untuk meredam agresivitas Prancis pada laga semifinal hari Selasa kemarin.

Momen ikonik pertandingan ini terjadi di menit ke-67 ketika Marc Cucurella melakukan blok krusial yang membelokkan tendangan keras Kylian Mbappé ke luar lapangan. Penyelamatan heroik tersebut dirayakan oleh para pemain Spanyol layaknya sebuah gol kemenangan, menegaskan kembali adagium klasik: penyerangan memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan memenangkan trofi.

Dua Gol Penentu dan Tembok yang Tak Retak

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-22 lewat eksekusi penalti tenang dari Mikel Oyarzabal. Dominasi La Roja semakin tegas di babak kedua setelah bek kanan Pedro Porro mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58. Namun, bintang utama laga ini adalah organisasi pertahanan Spanyol. Menghadapi Prancis yang sepanjang turnamen telah menggelontorkan 16 gol, lini belakang Spanyol tampil sangat disiplin.

Yamal dan Mbappe saling berebut bola.
Yamal dan Mbappe saling berebut bola.

 

Rekor Pertahanan Spanyol tercatat 6 kali clean sheet dari 7 pertandingan Piala Dunia dan hanya kemasukan 1 gol sepanjang turnamen (saat menang melawan Belgia di perempat final). "Kami tahu laga ini akan sulit, tetapi kami berhasil mengontrol jalannya pertandingan dan menghentikan transisi cepat mereka. Ini adalah kemenangan tim, bukan tentang saya pribadi," ujar Pedro Porro seusai laga.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, secara jantan mengakui keunggulan taktik anak asuh Luis de la Fuente. "Spanyol bertahan dengan sangat baik dan kami tidak pernah benar-benar bisa masuk ke dalam permainan kami. Kami harus mengakui bahwa Spanyol tampil lebih baik, mereka berada di level yang berbeda," ungkap Deschamps pasrah.

Spanyol kini berada di ambang sejarah untuk mengulangi era keemasan mereka pada tahun 2008–2012. Setelah menjuarai Euro 2024, La Roja kini menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan di semua lini. Mulai dari ketangguhan Cucurella di belakang, kejeniusan Rodri di lini tengah, hingga kerja keras sang sensasi muda, Lamine Yamal.

Tendangan Desire Doue dihentikan penjaga gawang Spanyol Unai Simon (Tom Weller/dpa)
Tendangan Desire Doue dihentikan penjaga gawang Spanyol Unai Simon (Tom Weller/dpa)

Yamal, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-19 sehari sebelum laga, sempat mencetak gol sebelum akhirnya dianulir karena offside. Namun, kontribusinya dalam membantu pertahanan dengan tekel-tekel bersih menuai pujian luar biasa. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan bahwa fondasi tim ini telah dibangun dengan setia sejak empat tahun lalu. "Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi di depan mereka ada tim terbaik di dunia. Para pemain ini membuat hal yang sulit terlihat sangat mudah," tutur De la Fuente dengan bangga.

Spanyol kini menunggu pemenang antara juara bertahan Argentina atau Inggris untuk dihadapi di laga puncak hari Minggu nanti. Siapa pun lawannya, sepak bola Spanyol saat ini tengah berada di puncak dunia—menyusul kesuksesan tim wanita mereka yang merupakan juara dunia bertahan, serta tim U-19 putra dan putri yang baru saja mengawinkan gelar juara Eropa. (*)

Editor : Indra Zakaria
piala dunia 2026