ATLANTA — Stadion Mercedes-Benz di Atlanta akan menjadi saksi bisu bentrokan dua seteru abadi saat Inggris dan Argentina kembali menulis babak baru dalam rivalitas panjang mereka. Di laga semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar hari Kamis, 15 Juli ini, aroma balas dendam begitu pekat tercium dari kubu Three Lions.
Inggris membawa misi besar untuk menuntaskan sakit hati atas kekalahan bersejarah mereka dari Argentina di Piala Dunia 1986 dan 2018. Di sisi lain, pasukan Lionel Scaloni kini berada di ambang sejarah besar untuk menjadi negara pertama yang berhasil mempertahankan trofi emas Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada era 1960-an.
Tensi Tinggi di Ruang Ganti Tiga Singa
Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak dilalui dengan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel ini sempat terseok-seok di fase grup sebelum akhirnya meledak di fase gugur. Setelah membungkam Meksiko, mereka berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Norwegia 2-1 melalui drama babak perpanjangan waktu di perempat final.
Namun, fokus Inggris sedikit terganggu oleh ketegangan internal. Bintang Real Madrid, Jude Bellingham, yang tampil kesetanan dengan mencetak enam gol sepanjang turnamen, sempat melontarkan kritik balik kepada Tuchel. Hal ini menyusul pernyataan Tuchel yang mengkritik performa keseluruhan tim saat melawan Norwegia.
Kendati ada friksi, publik Inggris berharap konflik ini justru menjadi bahan bakar pembakar semangat Bellingham cs. Terlebih, Tuchel memiliki motivasi pribadi untuk menjadi pelatih asing pertama dalam 48 tahun yang sukses menembus final Piala Dunia.
Kutukan Sang Juara Bertahan
Argentina datang dengan status tim paling produktif di turnamen ini lewat gelontoran 17 gol. La Albiceleste menyapu bersih enam laga di Amerika Utara dengan kemenangan, termasuk saat menyingkirkan Swiss 3-1 lewat laga perempat final yang penuh kontroversi hingga babak perpanjangan waktu.
Meskipun Lionel Messi (39) gagal mencetak gol di laga terakhir, ia tetap menjadi ruh permainan Argentina. Scaloni diprediksi akan kembali bertumpu pada magis sang kapten untuk mendobrak pertahanan Inggris. Namun, sejarah tidak sepenuhnya memihak Argentina. Tim Tango memiliki rekor buruk saat bertemu Inggris, di mana mereka hanya mampu menang 3 kali dari 14 pertemuan terakhir di semua ajang. Selain itu, Argentina dinilai belum teruji karena belum menghadapi tim raksasa sepanjang fase gugur ini. Inggris masih kehilangan Jarell Quansah yang terkena sanksi larangan bertanding, sementara Declan Rice dipastikan siap tempur meski sempat didera sakit. Di kubu Argentina, Scaloni memiliki skuad yang sepenuhnya fit dan kemungkinan besar kembali menduetkan Messi dengan Julian Alvarez di lini depan.
Laga ini diprediksi akan berjalan sangat ketat dan taktis sejak menit awal. Dengan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan dalam beberapa laga terakhir, Inggris dinilai memiliki momentum yang tepat untuk menghentikan dominasi sang juara bertahan dan memulangkan trofi emas ke tanah Britania. (*)
Perkiraan Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.
Argentina (4-1-3-2): E. Martinez; Molina, Romero, Li. Martinez, Tagliafico; Paredes; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez.
Editor : Indra Zakaria