Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasang Badan untuk Thomas Tuchel, Harry Kane Sebut Kritik Sang Pelatih Adalah Cambuk bagi Inggris

Redaksi Prokal • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:30 WIB
Thomas Tuchel (kiri) dan Harry Kane.
Thomas Tuchel (kiri) dan Harry Kane.

ATLANTA — Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, akhirnya angkat bicara untuk meredakan ketegangan setelah pelatih Thomas Tuchel melontarkan kritik pedas pasca-kemenangan dramatis kontra Norwegia di perempat final. Alih-alih merasa tersinggung, bomber tajam itu justru pasang badan dan menyebut teguran keras sang pelatih sebagai dorongan krusial agar The Three Lions mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.

Inggris memang sukses mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menekuk Norwegia 2-1 lewat babak perpanjangan waktu yang menguras emosi di Miami. Namun, alih-alih memuji, Tuchel justru tanpa ragu menyebut anak asuhnya "beruntung" karena tampil jauh di bawah standar akibat banyaknya kesalahan teknis dan lambatnya aliran bola.

Bagi Harry Kane, evaluasi tajam dari pelatih asal Jerman tersebut sangat bisa dipahami. Penyerang andalan Bayern Munich ini menilai bahwa Tuchel melihat adanya jarak antara kualitas luar biasa yang ditunjukkan para pemain saat sesi latihan dengan apa yang tersaji di lapangan pertandingan sesungguhnya.

"Saat melihat kami berlatih, melihat kualitas pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, kemampuan duel satu lawan satu, dia hanya ingin melihat versi terbaik itu muncul di pertandingan. Dia tahu sepak bola tidak sesederhana itu karena kami menghadapi tim-tim terbaik dunia. Saya rasa dia hanya ingin mengeluarkan kemampuan terbaik dari kami," jelas Kane.

Kane juga secara jujur mengakui bahwa performa Inggris sepanjang turnamen ini memang belum menyentuh level tertinggi mereka. Menurutnya, saat menyingkirkan Norwegia, Inggris baru menunjukkan potensi aslinya dalam beberapa momen pendek dan belum mampu mendikte permainan secara penuh. Namun, fakta bahwa mereka bisa menembus semifinal saat belum berada di performa puncak justru dinilai sebagai sinyal yang sangat positif.

Kritik tajam dari Tuchel sebelumnya sempat memantik reaksi defensif dari bintang muda Jude Bellingham. Pencetak dua gol ke gawang Norwegia itu sempat membela diri dengan menyoroti faktor cuaca panas ekstrem di Miami serta kualitas individu para pemain Norwegia seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard yang membuat laga berjalan sangat berat.

Kini, dengan ban kapten di lengan, Kane berusaha menyatukan kembali fokus tim menjelang laga hidup-mati kontra juara bertahan Argentina di babak semifinal. Ia meminta seluruh rekan setimnya untuk menyerap kritik Tuchel secara positif demi meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam hal penguasaan bola.

"Kami tahu bisa bermain lebih baik. Tetapi kami juga harus menikmati pencapaian ini karena tidak setiap generasi tim nasional Inggris mampu mencapai semifinal Piala Dunia. Ini adalah era yang sangat sukses bagi Inggris karena kami sering mencapai semifinal dan final. Sekarang tinggal satu langkah lagi yang harus kami tuntaskan, yaitu menjadi juara," pungkas Kane dengan penuh optimisme. (*)

Editor : Indra Zakaria
piala dunia 2026