Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Air Mata Lautaro Martinez Pecah Usai Jadi Pahlawan Argentina: "Saya Memimpikan Gol Ini Sejak Ayah Membelikan Sepatu Pertama"

Redaksi Prokal • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:30 WIB
Lautaro Martinez.
Lautaro Martinez.

 
ATLANTA – Penyerang Timnas Argentina, Lautaro Martinez, tak kuasa membendung air matanya setelah menjadi pahlawan kemenangan La Albiceleste atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Striker asal Inter Milan itu menangis tersedu-sedu di depan kamera saat menjalani sesi wawancara pascapertandingan di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Lautaro menjadi penentu kelolosan Argentina ke babak final lewat gol sundulannya yang dramatis pada menit ke-90+2, membalikkan keadaan menjadi 2-1 di masa injury time. Bagi pemain berjuluk El Toro tersebut, gol ini bukan sekadar tiket menuju partai puncak, melainkan perwujudan dari mimpi masa kecilnya yang penuh perjuangan.

"Sejak hari di mana ayahku membelikanku sepatu krampon (sepatu bola) pertama, aku sudah bermimpi tentang gol ini," ucap Lautaro dengan suara bergetar dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

Dedikasi untuk Sang Ayah dan Perjuangan Masa Kecil
Tangisan Lautaro di pinggir lapangan Stadion Atlanta menunjukkan betapa besarnya arti gol tersebut bagi perjalanan hidupnya. Seperti kebanyakan pesepak bola Argentina yang tumbuh dari lingkungan sederhana, dukungan penuh dari sang ayah adalah fondasi utama kariernya.

Sepatu bola pertama pemberian sang ayah mengawali langkah panjangnya, dari lapangan tanah yang keras hingga akhirnya mampu mencetak gol krusial di panggung tertinggi sepak bola dunia. Ekspektasi besar yang sempat disebut oleh pelatih Lionel Scaloni terbukti mampu dijawab tuntas oleh Lautaro di momen yang paling krusial.

Gol ini juga menjadi momen penebusan yang sempurna bagi Lautaro Martinez, yang kerap menghadapi tekanan publik dan persaingan ketat di lini depan Argentina. Masuk sebagai pembeda, ia membuktikan mentalitas "Indios"—karakter petarung tak kenal takut—yang tertanam di dalam dirinya.

Dengan air mata kebahagiaan yang masih tersisa, Lautaro kini bersiap memimpin lini serang Argentina di laga final melawan Spanyol. Gol impian masa kecilnya telah membawa Argentina selangkah lagi menuju takhta juara dunia berturut-turut. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
piala dunia 2026