EAST RUTHERFORD — Atmosfer panas menjelang partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina kian membara, namun kali ini badai justru bertiup dari luar lapangan hijau. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kini didesak untuk menjatuhkan skorsing kepada empat pilar timnas Argentina menyusul aksi pembentangan spanduk kontroversial pasca-laga semifinal melawan Inggris.
Ketegangan diplomatik ini mencuat tepat setelah La Albiceleste sukses melakukan comeback dramatis menggulung Inggris di semifinal. Alih-alih hanya merayakan kemenangan, sejumlah pemain Argentina justru kedapatan membentangkan spanduk bermuatan politik terkait klaim wilayah Kepulauan Falkland atau Malvinas, sebuah isu sensitif yang melibatkan sejarah konflik panjang dengan Inggris.
Aksi provokatif tersebut langsung memicu reaksi keras dari tanah Britania. Politisi Inggris, Ed Davey, dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menuntut hukuman berat berupa larangan bertanding di laga final bagi para pemain yang terlibat. Davey mendesak FIFA merujuk pada ketegasan UEFA yang pernah menjatuhkan sanksi serupa kepada dua pemain Spanyol karena insiden politik pada tahun 2024 silam. Juru bicara pemerintah Inggris pun memperkeruh tensi dengan menegaskan bahwa meski Piala Dunia mungkin bukan milik mereka, Kepulauan Falkland jelas milik Inggris dan komitmen terhadap penentuan nasib sendiri penduduk pulau tersebut tidak akan pernah goyah.
Ancaman Regulasi dan Daftar Pemain yang Dibidik
Seruan boikot ini langsung mengarah pada empat nama besar, yakni duo bek tangguh Premier League, Lisandro Martinez dari Manchester United dan Cristian Romero dari Tottenham Hotspur, serta dua gelandang andalan, Giovani Lo Celso dan Leandro Paredes. Berdasarkan regulasi resmi, aksi para punggawa Argentina ini jelas menabrak Pasal 34.3 Aturan FIFA yang melarang keras penayangan pesan, slogan, atau pernyataan politik dalam bentuk apa pun oleh pemain sebelum, selama, dan setelah pertandingan berlangsung. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sendiri sebenarnya bukan pertama kali tersandung kasus ini, karena pada tahun 2014 lalu mereka juga pernah dijatuhi denda sebesar USD 20.000 oleh FIFA akibat memamerkan pesan politik yang sama dalam laga uji coba kontra Slovenia.
Melihat krusialnya laga final Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari, publik kini bertanya-tanya mengenai nasib laga puncak tersebut. Laporan dari stasiun radio Spanyol, COPE, menyebutkan bahwa meskipun investigasi resmi dari Komite Disiplin FIFA sedang berjalan, kemungkinan besar tidak ada sanksi skorsing instan yang akan dijatuhkan untuk laga akhir pekan ini.
Media ternama Argentina, Clarin, juga melansir bahwa sanksi berupa larangan bertanding dalam waktu dekat sangat kecil kemungkinan terjadi, dan hukuman diprediksi akan kembali berupa denda finansial. Pihak FIFA sendiri melalui perwakilannya mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin independen saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan berdasarkan Kode Disiplin.
Meski peluang absennya duet benteng tangguh Lisandro Martinez dan Cristian Romero terbilang kecil, isu investigasi ini tetap menjadi teror mental yang bisa mengganggu fokus anak asuh Lionel Scaloni dalam upaya mereka mempertahankan takhta juara dunia dari hadangan Spanyol. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co