Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekosistem Terancam Runtuh: Pembantaian Puluhan Hiu di Pulau Derawan Demi Umpan Pancing Menuai Kecaman Keras

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
puluhan ekor hiu yang dibantai oleh oknum nelayan di kawasan wisata bahari Pulau Derawan, memicu kecaman keras dari komunitas penyelam dan pegiat lingkungan Berau.
puluhan ekor hiu yang dibantai oleh oknum nelayan di kawasan wisata bahari Pulau Derawan, memicu kecaman keras dari komunitas penyelam dan pegiat lingkungan Berau.

Advertisement

BERAU — Jagat wisata bahari dan konservasi Kalimantan Timur diguncang kabar duka yang menyayat hati. Aksi dugaan pembantaian massal puluhan ekor hiu di kawasan wisata dunia, Pulau Derawan, memicu kecaman luar biasa dari komunitas penyelam Berau Divers. Satwa predator penguasa rantai makanan laut tersebut tega dihabisi hanya untuk dijadikan umpan pancing rawai di laut dalam.

Skenario kelam ini terbongkar setelah petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kawasan Delta dan Perairan Sekitarnya (UPTD KKP3K KDPS) melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah nelayan nakal.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti yang mengerikan: 30 ekor tawny nurse shark, delapan ekor blacktip reef shark, serta dua ekor giant shovelnose ray yang sudah tidak bernyawa. Temuan ini menjadi tamparan keras bagi dunia pariwisata Berau yang selama ini menjual pesona biodiversitas bawah lautnya ke mancanegara.

Advertisement

Ketua Berau Divers, Fitriani, tidak dapat menyembunyikan rasa amarah dan prihatinnya. Menurutnya, tindakan para nelayan tersebut telah mengangkang prinsip konservasi secara brutal dan harus diseret ke meja hijau tanpa ampun.

"Hiu itu saja kami sulit temukan saat menyelam. Ini malah dibunuh untuk dijadikan umpan. Kalau statusnya dilindungi, tidak boleh dibunuh. Cara seperti itu tidak bisa dibenarkan," tegas Fitriani dengan nada geram.

Senada dengan itu, anggota Berau Divers, Hendra Pranata, memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat petugas yang berhasil menggagalkan aksi pembantaian lebih lanjut. Meski demikian, ia melempar peringatan keras bahwa sistem pengawasan laut di kawasan konservasi saat ini masih sangat lemah dan butuh evaluasi total. Bagi Hendra, pemerintah tidak boleh hanya fokus pada penindakan hukum setelah satwa-satwa eksotis tersebut telanjur mati menjadi bangkai. Kunci utama dari keselamatan ekosistem Derawan adalah memperketat patroli di lini depan.

Advertisement

"Pengawasan harus diperkuat dan didukung fasilitas yang memadai agar kejadian seperti ini bisa dicegah sejak awal," ujar Hendra mengingatkan. Hilangnya puluhan hiu ini tidak hanya merusak keseimbangan ekosistem terumbu karang secara masif, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata lokal. Jika pembantaian berkedok pencarian umpan ini terus dibiarkan, daya tarik wisata selam Kabupaten Berau diprediksi akan merosot tajam karena kehilangan magnet utamanya di bawah laut.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Berau Pimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke-65, Pembinaan Generasi Muda Jadi Perhatian

Bupati Berau Pimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke-65, Pembinaan Generasi Muda Jadi Perhatian

Penguatan keterampilan, kemandirian, dan kreativitas generasi muda menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Hari Pramuka Ke-65.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Minta PLN Beri Kompensasi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Minta PLN Beri Kompensasi Imbas Pemadaman Listrik Bergilir

Keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, menjadi perhatian serius Bupati Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Pantau Operasional SPBU 24 Jam, Berharap Antrean BBM Terurai   

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Pantau Operasional SPBU 24 Jam, Berharap Antrean BBM Terurai  

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meninjau langsung operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24 jam di K5.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer