Indonesia vs Vietnam: Meredam Karakter Keras Sang Juara Bertahan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia Thom Haye berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timor Leste di pertandingan Piala AFF 2026. (IG@timnasindonesia)
Pemain Timnas Indonesia Thom Haye berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timor Leste di pertandingan Piala AFF 2026. (IG@timnasindonesia)

Laga penentu tiket semifinal Piala AFF 2026 menyajikan pertarungan sengit antara Timnas Indonesia dan Vietnam. Di bawah kendali pelatih John Herdman, skuad Garuda bertekad tampil dingin menghadapi permainan agresif lawan.

BOGOR — Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, siap menjadi saksi bisu pertarungan krusial dalam lanjutan fase Grup A Piala AFF 2026 yang digelar Senin malam. Skuad Garuda bakal melakoni ujian terberatnya saat menjamu sang juara bertahan, Vietnam. Kemenangan pada laga ini menjadi harga mati bagi Indonesia untuk secara otomatis mengunci tiket menuju babak semifinal.

Menjelang bentrokan dua kekuatan besar Asia Tenggara ini, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mewanti-wanti para pemainnya agar tidak mudah terpancing emosi oleh gaya bertanding Vietnam yang dikenal agresif dan minim kompromi.

"Kami tetap berpegang pada identitas permainan sendiri dan mampu memaksakan gaya bermain Indonesia kepada Vietnam. Kami tidak bisa mengontrol apa yang mereka lakukan," ujar John Herdman menegaskan pentingnya fokus pada taktik tim ketimbang terdistraksi oleh provokasi lawan.

Juru taktik asal Inggris itu menyoroti sektor pertahanan yang bakal memegang peranan sangat vital. Secara khusus, ia memberikan instruksi mendalam kepada bek tengah Rizky Ridho untuk mengawal pergerakan juru gedor berbahaya milik Vietnam, Nguyen Xuan Son.

"Pada pertandingan berikutnya melawan Vietnam, Rizky Ridho punya tugas besar untuk menghadapi penyerang besar (Nguyen Xuan Son)," kata John Herdman mengenai tantangan besar lini belakangnya.  Menanggapi ancaman permainan fisik dari tim lawan, Rizky Ridho sendiri menilai kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) di ajang kali ini akan sedikit banyak meredam aksi-aksi kasar di atas lapangan. Ia meyakini kubu Vietnam bakal berpikir dua kali untuk menerapkan cara-cara lama.

"Mungkin hal-hal yang pernah mereka lakukan beberapa tahun lalu tidak akan dilakukan lagi karena sekarang ada VAR," kata Rizky Ridho meyakini jalannya laga akan berlangsung lebih fair.

Di sisi lain, kubu tim tamu datang ke Bogor membawa evaluasi besar usai ditahan imbang tanpa gol oleh Singapura. Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, mengakui bahwa lini serang anak asuhnya masih tumpul meski secara organisasi permainan sudah solid. "Kami menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mencetak gol," kata Kim Sang-sik mengevaluasi hasil minor di laga sebelumnya.

Tantangan bermain di bawah tekanan riuhnya puluhan ribu pendukung Indonesia di Pakansari pun disadari penuh oleh kiper Vietnam, Patrik Le Giang. Namun, ia memastikan timnya tidak gentar dan memilih berfokus pada kesiapan internal. "Kami fokus pada diri dan kekuatan kami sendiri," kata Patrik Le Giang menegaskan kesiapan mental timnya.

Pertandingan ini menjadi peta jalan penting di Grup A. Singapura saat ini masih memimpin takhta klasemen sementara dengan tujuh poin dari tiga laga, disusul Indonesia di peringkat kedua lewat raihan enam poin penuh dari dua laga, serta Vietnam menempel di posisi ketiga dengan empat poin.

Menghadapi partai panas yang mempertaruhkan gengsi serta tiket kelulusan ini, Ridho membakar semangat rekan-rekannya untuk tetap berfokus pada target besar membawa pulang trofi juara.  "Kami ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan dan berusaha membawa Indonesia meraih hasil maksimal," kata Rizky Ridho menegaskan tekad bulat skuad Garuda. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
timnas