ANAK-ANAK merupakan kelompok paling sedikit yang didiagnosis Covid-19. Namun, bukan berarti perlindungan terhadap mereka bisa dikesampingkan. ’’Mereka mungkin tidak rentan terhadap virus seperti kelompok lain. Tetapi, mereka sangat rentan terhadap begitu banyak dampak sekunder pandemi pada masyarakat,’’ tulis artis Angelina Jolie dalam artikel yang dimuat Time.
Dia berpendapat, isolasi diri yang dilakukan guna memutus mata rantai Covid-19 bisa memicu trauma pada anak-anak. Yang dimaksud adalah anak-anak yang mendapatkan kekerasan dari keluarga atau lingkungan dekatnya. ’’Sudah ada laporan meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga di seluruh dunia,’’ ujarnya.
Keputusan kuntara atau lockdown juga memisahkan anak-anak dari teman-teman dan sekolah serta membuat pergerakan mereka terbatas. Padahal, bagi sebagian anak, sekolah adalah perisai yang menawarkan perlindungan atau penahan sementara dari kekerasan, eksploitasi, dan kesulitan domestik.
Jolie menuturkan, dunia belum mengambil langkah serius bagi anak-anak dalam pandemi ini. Namun, dia menyebutkan bahwa beberapa lembaga dunia sudah mulai bergerak meminimalisasi masalah itu. (adn/c20/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria