Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Rugi Adalah Guru Terbaik

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-27 06:46:35

USAHA dekorasi di Samarinda mulai menjamur. Tri Suriyati tak menampik hal tersebut jika sudah semakin banyak orang tertarik menjalani bisnis itu. Selain dekorasi pernikahan, perempuan yang karib disapa Yaya itu juga menyediakan jasa dekor untuk acara lain, seperti tasmiyah, ulang tahun, dan sweet corner.

Sadar dengan makin banyaknya penyedia jasa dekorasi, Yaya kembali melihat jika dia bisa membuat usaha baru yang masih berkaitan dengan dekor. Dia berencana mengimpor alat-alat dekorasi pernikahan dan membuka usaha supporting barang.

Supporting barang itu masih baru banget dimulainya dan kerja sama dengan salah satu vendor pernikahan juga. Jadi selagi menjamurnya usaha ini, dicari lagi usaha apa yang bisa dibuat. Intinya, saling mendukung satu sama lain,” tuturnya.

Bicara kerugian, Yaya tak terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, rugi dalam suatu usaha adalah hal wajar. Jika dia rugi, maka ada keuntungan di balik itu. Dia bisa belajar dari kesalahannya dan berusaha untuk tidak mengulangnya kemudian. Dia tertantang untuk menemukan opsi lain agar mendapat untung.

“Aku enggak pernah mikir macam-macam. Bagi aku, kerugian itu memiliki nilai yang jauh lebih berarti daripada uang. Enggak ada orang yang mengajarkan untuk rugi jadi ya memang harus dari diri kita sendiri. Kalau udah jatuh kan pasti enggak mau jatuh untuk yang kedua kali,” lanjut si bungsu tiga bersaudara itu.

Komentar-komentar dari orang lain selalu ditanggapi santai olehnya. Salah satu contoh adalah jika ada orang yang berpendapat biaya jasa dekornya terbilang mahal. Meski tidak ada yang menyampaikan pada dirinya secara langsung, Yaya menganggapnya baik karena itu artinya dia memiliki kualitas. Apa yang dikatakan orang, selalu dibawa positif olehnya.

Acap kali menyempatkan waktu untuk datang ke berbagai kegiatan seperti Big Wedding di Jakarta dan Samarinda, Yaya merasa mendapatkan pengaruh yang begitu besar bagi dirinya pribadi. Bisa melihat barang secara langsung akan membuatnya lebih paham. Diakuinya, vendor-vendor dekorasi memang belum terlalu banyak seperti yang ada di kota-kota besar di Jawa.

Yaya berharap, jika ada orang yang membutuhkan jasa dekorasi tak perlu sampai mencari ke luar pulau. Nyatanya, di Samarinda juga ada yang bisa seperti itu. Yaya optimistis bahwa anak-anak muda Samarinda bisa berkarya dan tidak boleh ketinggalan seperti kota-kota lain.

Sebagai pemilik, Yaya tak ketinggalan untuk terjun langsung ke lokasi yang akan didekor. Dalam keadaan apapun, dia selalu menyempatkan hadir melihat kinerja timnya demi memastikan semuanya terarah.

“Aku selalu usahakan hadir terus. Kalau memang harus ditinggal, sudah ada tim yang bisa dipercaya. Mereka kan sudah tahu cara kerjanya dan sekalian melihat apakah mereka bisa dikasih tanggung jawab,” ungkap alumnus program studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman itu.

Menurut Yaya, jika ingin menggeluti bisnis dekorasi tak bisa dijalani secara sembarangan karena barang-barang yang dikeluarkan sudah tidak bisa dijual lagi. Sehingga, calon pengusaha harus memikirkan hal itu dengan matang. Selain itu, rajin dan ulet dalam merawat barang juga diperlukan agar barang tak cepat rusak. Fokus itu utama, kalau orientasinya hanya tertuju pada uang akan susah dijalani.

“Apapun jenis usaha, pasti ada susahnya juga. Aku enggak pernah anggap remeh kerjaan karena aku tahu itu enggak mudah. Makanya yang mau mulai usaha, jangan takut rugi dulu. Pintar-pintar cari konsep dan jangan takut tawarkan konsep yang dimiliki. Mulai dari yang kecil-kecil, pasti akan ada hasilnya,” pungkas Yaya semangat. (*/ysm*/rdm2/k15)

Editor : wahyu-Wahyu KP