SESEGERA mungkin memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan semua pasangan suami istri (pasutri). Namun faktanya, kesempatan memiliki momongan setelah menikah ternyata tidak selalu dialami semua pasutri.
Ada yang bisa segera hamil tapi ada pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Akibatnya, banyak yang menebak-nebak dan terkecoh dengan mitos kesuburan yang belum tentu kebenarannya.
Bagi Anda yang tengah merencanakan kehamilan memang perlu persiapan matang. Salah satu yang patut dicoba adalah melakukan beberapa gerakan yoga untuk program hamil. Biasa disebut dengan fertility yoga.
Tidak hanya memberi manfaat untuk kesehatan. Nur Wahidiyawati, instruktur yoga memberi informasi. Yoga juga bisa dimanfaatkan untuk program kehamilan.
Namun, sebelum mengeluh tentang momongan yang tak kunjung datang, Nur mengimbau agar memeriksakan kondisi kesehatan terlebih dahulu. Hal itu untuk mendeteksi faktor yang menyebabkan susah hamil.
“Setahu saya, persentase faktor susah hamil dari pihak laki-laki itu sama dengan perempuan. Walhasil harus dideteksi dulu sama dokter kandungan. Kalau susah hamil akibat hormon atau kurang subur dari laki-laki dan perempuan masih bisa diakali dengan gerakan yoga,” imbuhnya.
Tidak sedikit pasangan yang perlu melakukan usaha ekstra dalam merencanakan kehamilan. Sebagaimana diketahui, kehamilan memang perlu persiapan, baik secara fisik maupun kesehatan mental.
Banyak di antara pasutri yang harus menunggu momongan selama bertahun-tahun, karena kurang bisa mengontrol emosi dan menyebabkan rasa stres. Tingkat stres semakin rawan terjadi bagi Anda yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Bagi Nur, stres jadi penyebab paling umum yang bisa menghambat kesuburan. Hal ini kerap tidak disadari pasangan suami istri. Padahal, kondisi stres berlebihan mampu memengaruhi ketidakseimbangan hormon, bahkan berisiko mengundang berbagai macam penyakit.
“Begitu banyak cara untuk mengatasi stres, salah satunya dengan rutin melakukan yoga untuk program hamil. Gerakannya rileks dan teknik pernapasan selalu diatur. Bisa membantu mengatasi stres dan mencapai ketenangan pikiran,” jelasnya.
Bukan tanpa alasan, gerakan yoga dipercaya oleh pasangan yang sedang melakukan program kehamilan. Sebab, gerakan yoga bisa mengoptimalkan kinerja dari sistem endokrin sehingga mampu menyeimbangkan hormon serta bisa melancarkan sirkulasi darah ke panggul.
Namun, Nur mengimbau agar Anda datang bersama pasangan ketika ingin melakukan yoga program kehamilan. Agar mampu menjaga kesehatan bersama-sama serta meningkatkan keharmonisan satu sama lain.
“Saya menyarankan untuk datang berdua. Ya, istri dan suaminya, karena kan kehamilan jadi program untuk pasangan suami istri. Keduanya perlu punya komitmen. Toh, masalah kesuburan ini sebenarnya bukan masalah perempuan atau laki-laki saja,” tegasnya.
Bukan hanya isapan jempol, Nur sudah menyaksikan secara langsung kisah-kisah beberapa muridnya yang berhasil mendapat momongan setelah mengikuti program yoga. Lamanya pun bervariasi, ada yang hanya dua bulan, bahkan ada yang bertahun-tahun.
Berbeda dengan gerakan acroyoga yang terbilang ekstrem. Gerakan fertility yoga cukup sederhana, mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah.
“Metode yang digunakan untuk program hamil tentu berbeda dengan acroyoga. Gerakan yang digunakan cukup santai dan rileks. Dijamin enggak sesusah dan seribet acroyoga," ujarnya.
Namun, di balik manfaat yang menggiurkan, Nur tetap meminta pasangan yang dalam program kehamilan untuk banyak berdoa. Sekeras apapun usaha tapi tidak dibersamai dengan doa, hal itu akan sia-sia. Sebab, anak merupakan titipan Sang Pencipta. (*/nul*/rdm/k16)
Editor : octa-Octa