Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan, VOB Rilis “(Not) Public Property”

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 13 Maret 2022 | 15:01 WIB
PENUH MAKNA: Single terbaru Voice of Baceprot berjudul (Not) Public Property tak sekadar lagu. Dalam liriknya juga terkandung makna mendalam perihal melawan pelecehan seksual.
PENUH MAKNA: Single terbaru Voice of Baceprot berjudul (Not) Public Property tak sekadar lagu. Dalam liriknya juga terkandung makna mendalam perihal melawan pelecehan seksual.

KEKERASAN dan pelecehan seksual terhadap perempuan ternyata turut membuat trio metal asal Garut, Jawa Barat, Voice of Baceprot (VOB) gerah. Sebagai bentuk perlawanan terhadap segala bentuk tindak pelecehan, mereka merilis single baru berjudul (Not) Public Property.

Sudah dirilis pada 8 Maret lalu bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, lagu itu merupakan bagian dari keresahan Marsya (vokal/gitar), Sitti (drum/vokal), dan Widi (bass/vokal) terhadap maraknya kasus kekerasan terhadap kaum hawa. Sesuai judulnya, “(Not) Public Property” ingin menyuarakan bahwa tubuh setiap perempuan adalah milik mereka seutuhnya yang tidak bisa seenaknya diraba atau dipegang orang-orang layaknya properti publik. Menariknya, lagu itu merupakan lagu perdana VOB di mana liriknya ditulis oleh ketiga personel VOB, tanpa melibatkan mentor mereka, Abah Erza yang selama ini memegang peranan besar dalam perjalanan karier VOB.

Kemarahan VOB kepada para pelaku pelecehan seksual disampaikan dengan lugas lewat raungan dalam chorus lagu ini; “Our body is not public property! We have no place for the dirty mind!” (“Tubuh kami bukan properti publik! Tidak ada ruang untuk orang-orang berotak mesum!”).

Karena sudah melebarkan sayap mereka di kancah internasional, VOB berharap lagu ini tidak hanya mewakili jeritan hati para perempuan di Tanah Air, tapi juga dalam skala global.

Diproduseri Yuka Dian Narendra, VOB juga menggandeng pengarah vokal Irvan “Irvnat” Natadiningrat. Di bawah tangan dingin Yuka dan Irvnat, (Not) Public Property lahir sebagai lagu bernapaskan funk-rock dengan sentuhan elemen riot punk.

Komposisi dan aransemen (Not) Public Property juga dikatakan relatif tidak njlimet dan mudah diterima telinga penikmat musik, dengan tujuan lirik yang dinyanyikan bisa betul-betul sampai ke para pendengar. (Not) Public Property rencananya hadir dalam bentuk video klip yang disutradarai sineas Yosep Anggi Noen. Namun, belum ada informasi lebih lanjut kapan video klip tersebut tayang. (jpg/dra/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria