PARA pemulung, menurut Hamish Daud, selama ini kurang mendapatkan apresiasi. Sering kali dia melihat para pemulung, terutama ibu-ibu, memanggul kantong beban berisi sampah yang jauh lebih besar daripada tubuhnya. ”Ibu-ibu itu carrying big pack, orang kalau lewat tidak mau dekat-dekat. Saya berpikir, masak kita belum punya sistem untuk menjaga mereka. They are real heroes,” ujarnya.
Dia pengin membuat sistem untuk menjaga pemulung. Pada akhir 2021, Hamish memulai kegiatan social entrepreneurship dengan tema Pemberdayaan Pemulung. Pertama, Hamish dan timnya mengubah sebutan pemulung menjadi pelestari. Kemudian, mereka menciptakan aplikasi Octopus sebagai sistem ekonomi sirkuler pengumpulan dan daur ulang sampah.
”Kami coba untuk bantu pemulihan ekonomi. Buka lapak pekerjaan. Sekarang sudah ada 1.600 pelestari. Pakai seragam, pakai smartphone, mereka masuk ke perumahan-perumahan. Sudah terlindungi BPJS dan gajinya di atas UMR,” jelas Hamish. (tau/c14/fal)
Editor : izak-Indra Zakaria