FAIRFAX- Sidang gugatan pencemaran nama baik Johnny Depp kepada mantan istrinya, Amber Heard, mengungkap sejumlah fakta rumah tangga mereka. Depp menuntut Heard membayar kerugian senilai USD 50 juta (Rp 720,4 miliar) sebagai akibat dari tulisan Heard di Washington Post pada Desember 2018. Depp menilai tulisan yang berisi pengakuan diri Heard sebagai korban KDRT itu dibuat-buat.
Sidang tersebut dimulai pada 12 April lalu. Depp membuat tuntutan karena merasa kariernya hancur setelah tulisan ber-headline Amber Heard: I spoke up against sexual violence — and faced our culture's wrath. That has to change itu diterbitkan. Depp mendapat dukungan dari beberapa pihak yang bersaksi dalam persidangan itu. Salah satunya Kate James, mantan asisten pribadi Heard.
Dalam sidang pekan lalu James menyebut bahwa Heard adalah orang yang kerap bertingkah dramatis. Dia juga mengaku tidak pernah melihat bukti bahwa Depp menyakiti Heard.
Hal lain yang disinggung di ruang pengadilan di Fairfax, Virginia, itu adalah tentang keluarnya Depp dari proyek film franchise Pirates of the Carribean. Di sesi menjaab pertanyaan dari pengacaranya, Depp mengungkapkan bahwa Disney mengeluarkannya dari sekuel keenam film tersebut beberapa hari setelah tulisan Heard itu diterbitkan.
Namun pengacara Heard, Ben Rottenborn menanyakan tentang sebuah artikel yang diterbitkan oleh Daily Mail. Artikel itu memberitakan bahwa Depp telah keluar dari perannya sebagai Jack Sparrow. Masalahnya, artikel itu diterbitkan pada Oktober 2018, dua bulan sebelum tulisan Heard dirilis. Depp mengaku tidak menyadarinya, tapi dia tidak terkejut. Pasalnya, Heard telah melaporkan Depp atas kasus KDRT pada 2016.
’’Dua tahun telah berlalu dengan pembicaraan terus-menerus di seluruh dunia tentang aku menjadi pemukul istri ini. Jadi aku yakin Disney mencoba memutuskan hubungan agar aman. Gerakan #MeToo sedang berjalan gencar pada saat itu,’’ katanya.
Depp mengatakan bahwa apapun yang terjadi, meski namanya tidak tercantum di tulisan Heard itu nama baiknya telah tercoreng dan kariernya telah kandas. ’’Tidak peduli hasil persidangan ini, aku akan membawanya selama sisa hari-hariku,’’ katanya.
Dia juga menegaskan tidak akan mau kembali ke franchise film itu meski ditawari kembali. ’’Pak Depp, jika Disney mendatangimu dengan USD 300 juta (Rp 4,3 triliun) dan sejuta alpaca, tidak ada hal di dunia ini yang membuatmu kembali dan bekerja bersama Disney untuk Pirates of the Carribean? Seperti itu?’’ tanya Rottenborn yang langsung dibenarkan oleh Depp.
Agenda sidang saat ini adalah mendengarkan pengakuan Depp. Dalam sidang pada Rabu (20/4), Depp mengatakan jika Heard lah yang sebetulnya kerap melakukan KDRT padanya, termasuk salah satunya menyebabkan jarinya terluka karena pecahan botol vodka. Depp memperdengarkan hasil rekamannya yang memperdengarkan pengakuan Heard telah memukul dirinya dan mengoloknya dengan panggilan yang merendahkan.
Depp juga menceritakan momen saat dia kecanduan narkoba di masa detoks dan meminta obat untuk meringankan gejala yang dirasakannya, namun ditolak oleh Heard. ”Belum jam minum obat. Tapi ini kan bukan tentang waktu atau jam. Gejala kesakitan saya terlihat, tapi dia tetap tidak memberikan obat itu. Itu adalah titik terendah saya sebagai manusia, meminta tolong kepada manusia lain dalam keadaan itu,” kata Depp.
Dari sidang itu pula tagar justiceforjohnnydepp muncul lagi. Para penggemar Depp bersuara di media sosial menunjukkan simpati kepada ayah dua anak itu dan berharap dia memenangkan kasus itu.
Sementara itu pada sidang Kamis (21/4), pengacara Heard mengatakan jika pengakuan Depp yang mengatakan tidak pernah melakukan KDRT itu tidak bisa dipertanggung jawabkan mengingat sang aktor sedang dalam pengaruh alkohol dan narkotika saat peristiwa itu terjadi.
Depp ditanyai soal pesan teks yang dikirimkannya kepada Paul Bettany. Dalam pesan yang dikirim pada 2013 itu Depp berkata, ’’Ayo bakar Amber!!! Ayo tenggelamkan dia sebelum kita bakar dia!!! Aku akan bercinta dengan mayatnya yang terbakar lalu memastikan dia mati.’’
Sidang tersebut masih akan terus berlanjut hingga sekitar enam pekan lagi dengan Jumat sebagai hari libur. Namun akan ada jeda pada 9-12 Mei saat Hakim Penney S. Azcarate menghadiri pertemuan konferensi. (adn/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria