Sudah menjadi hal yang lumrah bagi para anggota Komunitas Ladies Study (LS) untuk belajar beragam hal saat bertemu. Mulai topik bahasan soal hukum, psikologi hingga filsafat.
Dalam pertemuan terakhir mereka pada Jumat (28/7), giliran topik mengenai kesehatan yang dibahas. Topiknya terbilang menarik dan sangat relate dengan mereka, yakni tentang Healthy Living in Your Golden Age.
Talk show yang diadakan di XO Palace itu mendapuk dr Caesar Lagaliggo Givani SpPD sebagai pembicara utama. Dokter spesialis penyakit dalam lulusan Unair itu memberi penjelasan dengan gaya bertutur yang santai sekaligus jenaka. Namun sangat detail dan disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami.
Tiga hal yang sangat ditekankan oleh dr Caesar adakah asupan, gaya hidup, dan olahraga. Dia menjelaskan, golden age merupakan terminologi yang secara umum merujuk pada usia 60 tahun ke atas atau usia senior. Pada usia tersebut badan, mental, dan psikis akan berubah. Oleh karena itu, penyakit yang datang tidak bisa disamakan dengan mereka yang muda.
”Ada beberapa perubahan alami yang harus dipahami memang lumrah terjadi di usia golden age. Karena memang akan terjadi penurunan fungsi-fungsi organ tubuh tertentu. Seperti otot dan tulang yang menjadi lebih kecil. Sehingga rapuh dan lebih mudah jatuh,” terang Caesar.
Selain itu, menurut dia, fungsi pencernaan menjadi semakin melambat. Membuat makan tidak bisa banyak dan kerap BAB menjadi sulit. Organ-organ seperti jantung, liver, ginjal, juga akan mengalami penyesuaian.
”Pada usia senior, biasanya insomnia hingga mudah depresi dan demensia. Kita harus aware terhadap perubahan apa saja yang bisa terjadi pada diri kita di masa tua. Sehingga bisa dipersiapkan sejak muda,” ujar Caesar, dokter yang berpraktik di Prodia Jemursari dan RS Premier Surabaya itu.
Dia menegaskan, olahraga adalah kebiasaan yang bisa meminimalisasi kerapuhan di hari tua. Sejak usia muda, paling tidak harus olahraga 150 menit setiap pekan. Campuran antara olahraga yang sifatnya kardiovaskular seperti jalan cepat, sepeda statis dan olahraga yang bersifat resistance training seperti latihan beban seminggu dua kali, masing-masing 30 menit untuk penguatan otot paha, betis.
”Yang ada waktu, nge-gym saja. Olahraganya bisa disesuaikan. Seperti angkat barbel kan nggak harus 10 kilo. Bisa 1,5 atau 2 kilo. Push up nggak harus di lantai tapi bisa ditembok. Yang penting dilatih semua ototnya. Atau jalan di treadmill di rumah, sambil ngobrol sama rekan bisnis nggak terasa sudah selesai. Kalau nunggu keliling kompleks, nanti ibu nggak mulai-mulai jalannya," ucap Caesar.
Mengenai asupan, dia mewanti-wanti untuk membatasi gula. ”Makan itu dinikmati, dibatasi, diimbangi. Misalnya makan cake, nggak usah satu cake dihabiskan. Sekadar buat tombo pengen saja. Makan pelan-pelan sambil dinikmati. Terapkan prinsip untuk menjadi tua dengan berkualitas dan bahagia,” tutur Caesar.
Meminimalisasi Depresi dan Demensia di Usia Senja
Editor : izak-Indra Zakaria