Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keseruan Cinema Visit Pemain Film Petaka Gunung Gede di Samarinda, Cerita Naik Gunung untuk Syuting

Muhamad Yamin • Sabtu, 22 Februari 2025 - 19:10 WIB
Pemain film Petaka Gunung Gede yaitu Arla Aliani (Maya), Adzana Shaliha (Ita), Endy Arfian (Ale), dan Razan Zu (Yadi) menyapa para penonton, menciptakan euforia tersendiri di dalam studio.
Pemain film Petaka Gunung Gede yaitu Arla Aliani (Maya), Adzana Shaliha (Ita), Endy Arfian (Ale), dan Razan Zu (Yadi) menyapa para penonton, menciptakan euforia tersendiri di dalam studio.

SAMARINDA - Cinema Visit pemeran film Petaka Gunung Gede di Studio XXI Samarinda Square di Jl M Yamin, berlangsung penuh keseruan, Jumat 21 Februari 2025. Maklum saja, film ini penuh adegan mencekam.

Dan keseruan itu pecah, ketika para pemain film Petaka Gunung Gede yaitu Arla Aliani (Maya), Adzana Shaliha (Ita), Endy Arfian (Ale), dan Razan Zu (Yadi) menyapa para penonton, menciptakan euforia tersendiri di dalam studio.

Keakraban para pemain film dan penonton berlangsung saat sesi tanya jawab seputar film. Dua penonton pun mendapatkan kaos eksklusif bertanda tangan para pemeran, setelah berhasil menjawab pertanyaan dari penyelenggara cinema visit.

Photo
Photo

Petaka Gunung Gede merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyata Maya Azka pada tahun 2007. Disutradarai oleh Azhar Konoi Lubis, film ini mengisahkan pengalaman Maya dan sahabatnya, Ita, yang ikut pendakian ke Gunung Gede bersama Indra, kakak Maya, serta teman-temannya.

Pendakian yang awalnya terasa menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk ketika Ita mengaku sedang datang bulan—sebuah hal yang dalam kepercayaan setempat dianggap dapat membawa petaka di gunung. Sejak saat itu, berbagai kejadian mistis mulai terjadi, membuat rombongan mereka dihantui oleh peristiwa aneh hingga Ita mengalami kerasukan. Mereka pun harus berjuang bertahan di tengah teror yang mengancam, berusaha menemukan jalan pulang sebelum terlambat.

Tak hanya menyajikan ketegangan, Petaka Gunung Gede juga mengangkat nilai persahabatan yang kuat. Film ini menunjukkan bagaimana solidaritas tetap terjalin meskipun dalam situasi sulit.

Walaupun ada pertengkaran di atas gunung, mereka tetap sahabatan sampai turun,” ungkap Adzana Shaliha, pemeran Ita, menyoroti sisi emosional yang ada dalam cerita. Proses produksi juga menjadi pengalaman baru bagi para pemerannya, terutama bagi mereka yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya.

Endy Arfian, yang sudah memiliki pengalaman mendaki, mengaku lebih mudah beradaptasi. Namun, beberapa pemain lain harus berjuang menghadapi tantangan medan yang berat.

"Naik gunung tanpa syuting aja sudah perjuangan banget, apalagi sambil syuting,” ujar Razan Zu, pemeran Yadi. Meski begitu, mereka tetap menikmati proses syuting berkat kekompakan tim. Arla Aliani menambahkan, “Capek pasti ada, apalagi ini menantang fisik. Tapi karena pemain dan kru sangat suportif, kita jadi tetap menikmati prosesnya.”

Selain menyuguhkan pengalaman horor yang menegangkan, film ini juga membawa pesan bagi para pendaki agar selalu waspada dan menghormati alam.

Para pemain mengatakan film Petaka Gunung Gede bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar pendaki selalu menjaga etika saat berada di alam bebas. “Aku harap kalian enggak jadi takut naik gunung, karena gunung itu enggak serem asal kita menjaga tata krama saat mendaki,” pesan Adzana Shaliha. Film Petaka Gunung Gede telah tayang di bioskop sejak awal Februari 2025 dan siap memberikan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus penuh makna bagi para penonton.(*)

Editor : Indra Zakaria