PROKAL.CO- Luka lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali menganga setelah sekian lama terkubur. Secara mengejutkan, pentolan Dewa 19 tersebut akhirnya buka suara mengenai fakta di balik keretakan rumah tangga mereka yang sempat menjadi misteri selama hampir dua puluh tahun. Dhani menegaskan bahwa dirinya adalah pihak yang pertama kali mengambil keputusan untuk mengakhiri pernikahan mereka pada akhir tahun 2006 silam.
"Secara agama saya yang menceraikan Maia bulan Desember tahun 2006 karena Maia selingkuh. Karena Maia selingkuh, saya ceraikan dia," tegas Ahmad Dhani saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (5/5).
Pernyataan Dhani ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Suami Mulan Jameela tersebut mengaku memiliki bukti otentik yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Bukti tersebut diklaim berupa rekaman suara hingga surat pernyataan tertulis yang dibubuhi tanda tangan langsung oleh Maia Estianty sebagai bentuk pengakuan atas kekhilafannya di masa lalu.
Dhani menjelaskan bahwa salah satu alasan kuat mengapa ia baru berani membongkar tabir gelap ini sekarang adalah demi menjaga kondisi psikologis ketiga putranya, Al, El, dan Dul. Saat perceraian terjadi, ia sangat mengkhawatirkan dampak perundungan yang mungkin diterima anak-anaknya di sekolah jika alasan sebenarnya terungkap ke publik.
"Kenapa ini baru diungkap setelah 20 tahun? Karena waktu itu saya nggak mau Al, El, Dul kecil di sekolahnya diketahui bahwa ibunya dicerai gara-gara selingkuh," ungkap Dhani dengan nada kecewa.
Kini, dengan kondisi Al, El, dan Dul yang sudah beranjak dewasa, Dhani merasa tidak ada lagi yang perlu ditutupi. Keputusan untuk bicara jujur ini juga dipicu oleh sikap Maia yang belakangan dianggap kerap menyentil masa lalu dan memberikan komentar negatif yang menyudutkan dirinya.
Kekecewaan Dhani memuncak saat momen pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju baru-baru ini. Ia merasa tindakan Maia dalam acara tersebut tidak semestinya terjadi dan membuatnya merasa kecolongan. Dhani bahkan menyayangkan dirinya tidak membuat kesepakatan khusus dengan El Rumi sebelum hari bahagia itu digelar, yang pada akhirnya memicu dirinya untuk meluruskan sejarah versi dirinya kepada khalayak luas. (*)
Editor : Indra Zakaria