Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ini Pernyataan Lengkap Presiden saat Pengumuman Kaltim Jadi IKN lima Tahun Lalu

Faroq Zamzami • 2024-08-16 09:41:27
SAMPAIKAN GAGASAN: Momen Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (kanan) bersama Presiden Joko Widodo di IKN, Selasa (13/8). (FOTO BPMI/SETPRES)
SAMPAIKAN GAGASAN: Momen Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (kanan) bersama Presiden Joko Widodo di IKN, Selasa (13/8). (FOTO BPMI/SETPRES)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Pada Senin (26/8/2019) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Yakni di sebagian wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utama (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Belakangan ibu kota baru ini dikenal dengan sebutan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Berikut ini pernyataan lengkap Presiden saat konferensi pers di Istana Negara, Senin (26/8/2019).

Pada siang hari ini saya ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan perpindahan ibu kota negara.

Rencana pemindahan ibu kota itu sudah dibahas sejak lama sejak era Presiden Pertama RI Sukarno. Dan sebagai bangsa besar, Indonesia belum menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya.

Baca Juga: Lima Tahun Sudah Ibu Kota Nusantara di Benua Etam, Mengingat Lagi Ini Alasan Mengapa Dulu Kaltim Dipilih    

Banyak pertanyaan kenapa Ibu kota harus pindah. Pertama, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa.

Dan juga airport bandar udara dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia.

Kedua, beban pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia ada di pulau Jawa.

Dan pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan. Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pindah ke pulau Jawa.

Kemudian ada yang tanya pendanaan. Perlu kami sampaikan total kebutuhan ibu kota baru kurang lebih Rp 466 triliun. Nantinya 19 persen akan berasal dari APBN, itu pun terutama skema pengelolaan aset di ibu kota baru dan DKI Jakarta.

Sisanya kerja sama pemerintah dan badan usaha serta investasi langsung swasta dan BUMN.

 Baca Juga: Demi Lancarkan Aktivitas, BMKG Semai Garam di Langit IKN Setiap Hari

Kenapa urgent sekarang? Kita tidak terus menerus membiarkan beban Jakarta dan pulau jawa yang makin berat. Kemacetan, polusi udara dan air yang harus ditangani. Ini bukan salah Pemprov DKI tapi besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia dan pada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara luar jawa dan Jawa meskipun sejak 2001 dilakukan otonomi daerah.

Pemerintah telah lakukan kajian mendalam dan kita intensifkan studi dalam 3 tahun terakhir. Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di kabupaten Kutai Kartanagara di Provinsi Kalimatan Timur. 

Kenapa di Kaltim? 1. Risiko bencana minimal. Baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran, gunung berapi dan tanah longsor.

  1. Berada di tengah-tengah Indonesia.
  2. Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda.
  3. Memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.
  4. Tersedia lahan 180 ribu hektare.

Baca Juga: Tower Hunian ASN di IKN akan Berbasis Digital

Pembangunan ibu kota baru bukan satu-satunya upaya pemerintah kurangi kesenjangan pulau Jawa dan luar Jawa. Karena selain itu pemerintah akan bangun industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam.

Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan dan dikembangkan bisnis, keuangan, menjadi skala regional dan global.

Rencana Pemprov lakukan urban regeneration yang dianggarkan Rp 571 triliun tetap terus dijalankan dan pembahasan sudah pada level teknis dan siap dieksekusi.

Saya paham pemindahan ibu kota termasuk lokasinya membutuhkan dukungan dan persetujuan DPR.

Oleh sebab itu tadi pagi saya sudah kirim surat kepada DPR RI dilampiri hasil kajian mengenai calon ibu kota baru tersebut.

Sehubungan dengan itu, pemerintah akan siapkan Rancangan Undangan-undangnya untuk disampaikan kepada DPR. (far)

---

Dapatkan update berita dan info terbaru dari seluruh wilayah Kalimantan, follow Channel Whatsapp PROKAL | Portal Berita Kalimantan

Klik dan follow>>
https://whatsapp.com/channel/0029VakiP19FCCoPh7YL3j02

Editor : Faroq Zamzami
#presiden #kilas balik #IKN #kaltim