Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Komplek Perkantoran Bank Indonesia di IKN Adopsi Burung Garuda

Wawan-Wawan Lastiawan • 2023-11-02 14:08:25
Pengunjung melihat maket rencana Gedung Komplek Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi) di IKN.  Gedung Koperbi akan mengadopsi bentuk burung garuda dan akan dikerjakan dalam tiga tahapan hingga 2033 mendatang.
 (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)
Pengunjung melihat maket rencana Gedung Komplek Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi) di IKN. Gedung Koperbi akan mengadopsi bentuk burung garuda dan akan dikerjakan dalam tiga tahapan hingga 2033 mendatang. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)

 

SEPAKU-Presiden Joko Widodo kembali melakukan groundbreaking sejumlah infrastruktur penunjang di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Terbaru, Presiden melakukan groundbreaking pembangunan Komplek Perkantoran Bank (Koperbi) IKN, Kamis (2/11) siang.

Pada groundbreaking tersebut, Presiden kembali menegaskan alasan pemindahan Ibu Kota Negara ke Sepaku, Kalimantan Timur. Ini sekaligus menjawab sejumlah pihak yang masih mempertanyakan alasan pemindahan ibu kota.

Dia mengatakan, Pulau Jawa sudah terlalu padat. Berdasarkan data, 56 persen dari total 278 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.  Selain padat, Pulau Jawa khususnya Jakarta menyumbang 57-58 persen PDB ekonomi Indonesia.

“Artinya beban Pulau Jawa sudah terlalu tinggi. Kedua kita ingin ada pemerataan dari sisi pembangunan dan ekonomi,” kata Jokowi.

Di sisi lain, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku gembira dengan perkembangan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN. 

“Hitungan kami, hingga Desember nanti akan ada investasi Rp 45 triliun dari swasta yang masuk IKN,” kata dia.

Khusus untuk pembangunan Komplek Perkantoran BI di IKN, Presiden meyakini akan membuat investor dan masyarakat dunia usah semakin percaya untuk berinvestasi di IKN.

“BI siap mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan di IKN,” tegas Jokowi.

Groundbreaking ini sebut Jokowi juga menegaskan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan IKN yang berkelas dunia. 

Sementara Gubernur BI menyampaikan bahwa sesuai dengan mandat Undang-Undang Bank Indonesia No.23 Tahun 1999 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, BI adalah lembaga negara yang berkedudukan di Ibu Kota Negara. 

Selain itu, UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan Peraturan Presiden No.63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara, mengamanatkan BI untuk berpindah kedudukan serta menjalankan tugas, fungsi, dan peran di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahap I Tahun 2022-2024.  

Dalam hal ini, Bank Indonesia telah mendapatkan penetapan pengalokasian lahan seluas 7,03 hektar sesuai Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.167 tanggal 15 September 2023 dan memperoleh perizinan Pembangunan Gedung Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara. 

“Untuk itu kami berharap, sinergi dan dukungan tersebut dapat semakin kuat terjalin dalam mengawal kepindahan Ibu Kota Negara ke IKN guna mewujudkan kota berkelanjutan di dunia dan penggerak ekonomi Indonesia di masa depan,” kata Perry.

Peresmian pembangunan kompleks perkantoran Bank Indonesia di IKN ini, kata Perry dilaksanakan guna mendukung program pengembangan IKN yang dilakukan pemerintah, serta dimaksudkan untuk mendukung kepentingan perekonomian nasional yang berkesinambungan.

Dengan operasional BI di IKN yang lebih dekat dengan pemerintah serta lembaga lain, BI sebagai bagian dari kebijakan ekonomi nasional akan lebih mudah dan optimal dalam melakukan sinergi dan koordinasi dalam menjalankan tugas  di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dijelaskan Perry, rancangan Gedung Perkantoran Bank Indonesia di IKN mencerminkan peran, filosofi, dan Nilai Strategis Bank Indonesia serta memperhatikan aspek harmony in unity yang mencakup unsur iconic and futuristic, smart and green building  serta tetap mempertimbangkan nilai lokal (local values) sehingga selaras dengan konsep pembangunan IKN Nusantara yang menerapkan konsep smart forest city. 

Fisik gedung ini nantinya akan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yang selaras dengan kesiapan infrastruktur IKN yaitu Tahap I Tahun 2023-2024, Tahap II Tahun 2024-2027, dan Tahap III Tahun 2027-2031. Desain gedung tersebut dirancang dalam representasi Burung Garuda dengan Tema Garuda Vittaraksha Rupa, dimana Vitta berarti Kekayaan/Kesejahteraan dan Raksha berarti Penjaga. Makna Garuda Vittaraksha Rupa sejalan dengan peran Bank Indonesia sebagai penjaga stabilitas makroekonomi untuk pertumbuhan yang berdaya tahan. Filosofi ini mewakili spirit Transformasi Bank Indonesia dalam mengawal Perekonomian Nasional yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Bangsa Indonesia.

Bank Indonesia optimis pembangunan dapat berjalan sesuai target dan bermanfaat optimal bagi masyarakat umum dengan dukungan pemulihan ekonomi yang terus berlangsung dan kondisi makroekonomi  yang terus menguat. Gedung tersebut merupakan bagian dari investasi bukan hanya bagi Bank Indonesia, tetapi juga bagi nasional untuk menjaga perekonomian secara berkesinambungan. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ibu kota negara