NUSANTARA– Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar menjadi primadona baru pariwisata di Kalimantan Timur sepanjang momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga Selasa (24/3), tercatat sebanyak 143.126 pengunjung memadati kawasan inti pusat pemerintahan tersebut. Fenomena lonjakan wisatawan ini dibarengi dengan masuknya 30.544 unit kendaraan yang datang dari berbagai penjuru, membuktikan bahwa daya tarik calon ibu kota baru ini telah melampaui sekadar pusat administrasi negara.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengungkapkan bahwa tingginya angka kunjungan ini mencerminkan besarnya rasa penasaran dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan langsung progres pembangunan fisik di lapangan. Menurutnya, IKN kini bertransformasi menjadi destinasi kunjungan publik yang sangat menarik, terutama saat libur panjang. Akses yang semakin mudah, baik melalui koneksi jalan tol maupun jalur darat dari arah Balikpapan, menjadi faktor kunci yang memicu gelombang kedatangan warga dari luar daerah.
Pengalaman berwisata di tengah hiruk-pikuk pembangunan ini dirasakan langsung oleh Ardiansyah, salah satu pengunjung asal Banjarmasin. Datang memboyong keluarga besarnya, ia mengaku takjub dengan konsep kota hutan yang diusung IKN. Baginya, pemandangan bangunan megah yang berdiri di tengah hijaunya alam Kalimantan memberikan kesan modernitas yang setara dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, namun dengan suasana yang jauh lebih asri. Kekaguman senada juga banyak dilontarkan pengunjung lain yang merasa bangga melihat perkembangan pesat di tanah Borneo.
Merespons membeludaknya kunjungan tersebut, Otorita IKN mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama berada di kawasan tersebut. Wisatawan diharapkan tidak merusak fasilitas pendukung, menjaga area hijau agar tidak terinjak, serta berkomitmen melestarikan lingkungan sekitar. Dengan tren yang terus meningkat, IKN kini mantap menancapkan posisinya sebagai ruang publik baru yang tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga menjadi magnet wisata skala nasional.(*)
Editor : Indra Zakaria