Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

IKN Kian Seksi di Mata Investor Tiongkok, Konsistensi Kebijakan Presiden Prabowo Panen Pujian

Indra Zakaria • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:45 WIB
PEMBANGUNAN: Potret udara proyek kawasan legislatif di IKN. Otorita IKN menyebut saat ini pembangunan IKN terus berlangsung sesuai tahapan pemerintah.
PEMBANGUNAN: Potret udara proyek kawasan legislatif di IKN. Otorita IKN menyebut saat ini pembangunan IKN terus berlangsung sesuai tahapan pemerintah.

 
PROKAL.CO- Komitmen investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di proyek strategis nasional Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kini semakin mengakar kuat. Para pelaku usaha dari Negeri Tirai Bambu tersebut secara terbuka menyampaikan rasa optimisme tinggi mereka terhadap masa depan ibu kota baru Indonesia ini. Mereka menilai keseriusan pemerintah dalam mengawal masa transisi pemerintahan menjadi jaminan keamanan berinvestasi yang sangat berharga.

Apresiasi besar ini mengalir langsung dari Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming, usai menghadiri forum bisnis Indonesia–Tiongkok dan peresmian asosiasi bisnis internasional di Jakarta. Ia secara khusus memuji langkah strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai sangat konsisten dan berkomitmen penuh dalam membuka karpet merah bagi masuknya modal asing guna mempercepat pembangunan di IKN.

"Kami sangat menghargai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang terus mendukung dan memberikan kepastian hukum bagi investor asing di IKN. Dukungan ini membuat kami semakin percaya diri untuk merealisasikan seluruh rencana ekspansi bisnis kami di sana," ujar Lu Keming dengan nada optimis.

Langkah konkret dari kepercayaan tersebut dibuktikan melalui korporasi yang dipimpinnya, di mana PT Starbright International Investment telah mengikat kesepakatan resmi dengan Otorita IKN sejak awal tahun. Kesepakatan kakap ini mencakup proyek pembangunan secara bertahap mulai dari hunian apartemen modern, kawasan ritel perbelanjaan, hingga gedung perkantoran terpadu. Lu Keming mengaku sangat terbantu karena proses konstruksi di lapangan berjalan begitu mulus tanpa kendala teknis yang berarti, berkat kesiapan infrastruktur dasar yang matang.

"Fasilitas vital seperti jaringan air bersih dan aliran listrik sudah terhubung langsung ke lokasi proyek kami. Hal ini tentu sangat mempercepat proses kerja tim konstruksi kami di lapangan," kata Lu Keming menjelaskan progres proyeknya.

Magnet IKN sebagai kota global baru kini memang terbukti sukses menggeser poros pertumbuhan ekonomi agar tidak lagi terpusat di Pulau Jawa saja. Karakter IKN yang inklusif tidak hanya memikat Tiongkok, melainkan juga berhasil menjaring investasi multinasional dari negara-negara raksasa lain seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Emirat Arab. Lu Keming membeberkan bahwa akumulasi nilai investasi Tiongkok di IKN saat ini telah menyentuh angka fantastis sekitar 2 miliar yuan atau setara dengan Rp5,2 triliun, dan angka tersebut diyakini akan terus meroket tajam seiring bergulirnya proyek-proyek baru.

Kendati rapor pembangunan menunjukkan tren yang sangat positif, para investor global tetap memberikan catatan penting terkait aspek aksesibilitas demi mendongkrak efisiensi kunjungan bisnis. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah percepatan pembukaan bandara IKN agar bisa segera melayani rute penerbangan komersial berskala internasional secara langsung.

"Jika akses penerbangan internasional langsung ke IKN sudah dibuka tanpa kami harus transit lagi di Balikpapan, minat investor global untuk datang pasti akan berlipat ganda. Kami sangat optimistis, dengan konektivitas yang jauh lebih baik, IKN akan menjelma menjadi kawasan urban yang sangat makmur dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan," tutur Lu Keming menutup penjelasannya.

Langkah taktis yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintahan dalam merangkul pihak swasta internasional ini memang menjadi strategi jitu. Melalui skema kerja sama lintas negara yang semakin solid, pemerintah Indonesia perlahan namun pasti berhasil mempercepat pembiayaan kawasan inti IKN Nusantara sekaligus menekan dan mengurangi beban ketergantungan pembiayaan pada APBN negara. (*)

Editor : Indra Zakaria
#IKN