PENAJAM — Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN) kini dikepung ketat oleh Satgas Terpadu. Langkah pencegahan dan pemadaman diperketat demi memblokade pergerakan si jago merah agar tidak merambat ke Zona Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, menyusul instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Komandan Kodim (Dandim) 0913/Penajam Paser Utara, Letkol Inf Fandy Satria, membeberkan fokus utama operasi gabungan ini. "Dari hasil video conference Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran pimpinan dari Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Panglima TNI kemarin, konsentrasi sekarang penanganan Karhutla yang berada di deliniasi IKN," kata Fandy.
Sebagai langkah taktis, Satgas Terpadu mendirikan posko sementara di kawasan Kampung Dayak Bukit Tengkorak, wilayah perbatasan Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara. "Saat ini kami bersama Satgas Terpadu, khususnya tim dari Kodim 0913/PPU, Yonif TP 826, DLH OIKN, BPBD PPU, dan Distan PPU menggelar posko sementara di Kampung Dayak Bukit Tengkorak. Operasi ini sudah berjalan kurang lebih 12 hari," ujarnya.
Meskipun patroli terbaru tidak menemukan titik api baru yang signifikan, Satgas tidak menurunkan kewaspadaan. Penyisiran darat difokuskan pada lahan rawan, terutama area yang memiliki kandungan batu bara di bawah permukaan tanah karena berpotensi menyimpan bara api. "Dari dua hari yang lalu, kami melaksanakan kegiatan penyisiran dan penyiraman lahan-lahan yang berpotensi timbulnya titik api. Terutama di daerah yang di bawahnya ada batu bara. Penyemprotan dilaksanakan siang maupun sore hari," ungkap Fandy.
Ia menambahkan bahwa posisi posko Bukit Tengkorak ini berada pada benteng krusial pencegahan. "Di lokasi kami saat ini, Bukit Tengkorak, Gereja Licon Posko sementara, jaraknya sampai ke IKN kurang lebih 30 kilometer. Ini masih berada di perbatasan wilayah Kukar dengan PPU, tepatnya perbatasan Kecamatan Loa Janan dengan Kecamatan Sepaku," tuturnya.
Tak hanya mengandalkan tim darat, penanganan dari udara turut diperkuat dengan mengerahkan helikopter Caracal milik TNI AU dari Lanud Dhomber Balikpapan untuk melakukan water bombing. "Strategi yang sudah dilaksanakan hari-hari ini, sudah ada satu unit Caracal yang dikerahkan dari Lanud Dhomber TNI AU untuk melaksanakan water bombing. Itu sudah mulai dilaksanakan sejak minggu kemarin, terutama di wilayah perbatasan PPU dan Kukar, di Loa Janan, termasuk kilometer 51," bebernya.
Kesiapsiagaan penuh ini akan terus dipertahankan mengingat kondisi cuaca di area IKN yang masih cukup kering. "Di wilayah Penajam sendiri sudah hujan mulai tanggal 7 dan 8. Cuma di wilayah Sepaku sendiri masih belum hujan. Terpantau masih berawan," pungkas Fandy. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co