PROKAL.CO– Para ilmuwan iklim yang memantau pergerakan suhu global kini berada dalam kondisi waspada tinggi, bahkan beberapa di antaranya menggambarkan situasi ini sebagai momen yang sangat menegangkan saat melihat setiap pembaruan model cuaca. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan tanda-tanda terbentuknya fenomena El Niño "Mega" yang diprediksi bisa menjadi yang terkuat dalam sejarah modern, bahkan berpotensi menandingi kedahsyatan peristiwa tahun 1877.
Sejarah mencatat bahwa El Niño yang terjadi pada akhir abad ke-19 tersebut merupakan salah satu bencana iklim paling mematikan bagi umat manusia. Pada masa itu, gelombang panas yang membakar, kekeringan berkepanjangan, dan wabah penyakit yang mengikuti bencana tersebut dilaporkan memusnahkan sekitar 4% dari total populasi Bumi. Dampaknya sangat sistemik, menghancurkan tatanan sosial dan ekonomi di berbagai benua hanya dalam waktu singkat.
Saat ini, para ahli yang memantau setiap fluktuasi suhu permukaan laut di Pasifik tropis merasa sangat cemas karena data terbaru menunjukkan pola pemanasan yang sangat agresif. Jika model cuaca ini terus berlanjut tanpa hambatan, El Niño yang sedang membangun kekuatannya ini bisa memicu gangguan atmosfer yang jauh lebih ekstrem daripada yang pernah disaksikan generasi saat ini. Skala ancamannya bukan lagi sekadar kenaikan suhu udara, melainkan potensi krisis pangan global, kelangkaan air bersih yang masif, dan munculnya titik-titik panas baru yang tidak terduga.
Kecepatan perubahan data iklim saat ini membuat para peneliti terus berpacu dengan waktu untuk memberikan peringatan sedini mungkin. Dunia kini menghadapi ancaman pengulangan sejarah kelam dengan kompleksitas masalah modern yang jauh lebih besar. Tantangannya kini bukan hanya memantau layar monitor, melainkan bagaimana memastikan sistem mitigasi global cukup kuat untuk menahan hantaman fenomena alam yang pernah melumpuhkan peradaban dunia tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria