AUSTRALIA – Lautan Australia utara kembali mengingatkan kita bahwa ancaman terbesar terkadang datang dalam wujud yang paling kecil. Kenalkan Malo kingi, spesies ubur-ubur kotak (box jellyfish) yang mendapat julukan mengerikan: Kingslayer atau Pembunuh Raja. Meski namanya terdengar seperti karakter fiksi dalam serial kolosal, nama ilmiah dan julukan ubur-ubur ini sebenarnya diambil dari sebuah kisah nyata yang sangat tragis.
Spesies ini dinamai berdasarkan nama Robert King, seorang turis asal Amerika Serikat. Pada tahun 2002, Robert King sedang menikmati liburan di Queensland, Australia, ketika ia tersengat oleh makhluk tak kasat mata ini. Nasib malang menimpanya, di mana sengatan tersebut merenggut nyawanya dan memicu para ilmuwan untuk meneliti lebih dalam hingga akhirnya mengidentifikasi spesies baru ini sebagai Malo kingi.
Jangan biarkan ukurannya menipu Anda karena Malo kingi memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi salah satu predator paling ditakuti di perairan tropis. Tubuhnya yang mikro hampir tidak lebih besar dari kuku jempol orang dewasa. Ditambah lagi dengan kamuflase yang sempurna, tubuhnya yang transparan membuat makhluk ini nyaris seratus persen tak terlihat di dalam air.
Bahaya utama dari ubur-ubur ini terletak pada Sengatan Irukandji yang ditimbulkannya. Sengatan tersebut dapat memicu Sindrom Irukandji, sebuah kondisi medis serius yang ditandai dengan rasa sakit ekstrem di seluruh tubuh, kram otot yang hebat, muntah, peningkatan tekanan darah secara drastis, hingga komplikasi jantung yang mengancam jiwa.
Sebagai catatan keselamatan, karena ukurannya yang sangat kecil, jaring pelindung pantai biasa sering kali gagal menghalau Malo kingi. Oleh karena itu, para perenang di perairan Australia Utara sangat disarankan untuk mengenakan stinger suit atau pakaian selam khusus selama musim ubur-ubur berlangsung. Pada akhirnya, meskipun ukurannya sangat mini, Malo kingi adalah bukti nyata bahwa di alam liar Australia, bahaya terbesar justru sering kali datang dari sesuatu yang hampir tidak bisa kita lihat. (*)
Editor : Indra Zakaria