REYKJAVIK – Manusia sering kali mendambakan rahasia umur panjang, namun bagi seekor kerang bernama Ming, umur panjang justru menjadi akhir dari kisah hidupnya. Ming adalah seekor kerang quahog laut (Arctica islandica) yang memegang rekor resmi sebagai hewan soliter dengan usia tertua di dunia yang pernah terverifikasi oleh para ilmuwan.
Makhluk laut purba ini pertama kali ditemukan dan dikeruk dari dasar laut di lepas pantai Islandia pada tahun 2006. Nama "Ming" sendiri diberikan oleh para peneliti sebagai penghormatan terhadap Dinasti Ming di Tiongkok, yang sedang berkuasa di masa kerang ini lahir ke dunia.
Berdasarkan hasil analisis, Ming diperkirakan lahir sekitar tahun 1498. Artinya, ketika mahluk soliter ini menghabiskan waktu dengan tenang di kegelapan samudra, dunia di atas permukaan air sedang melewati berbagai peristiwa sejarah besar, mulai dari masa hidup Leonardo da Vinci, Revolusi Industri, hingga perang dunia. Ming berhasil bertahan hidup melintasi berbagai abad dan perubahan iklim global selama 507 tahun.
Namun, kisah hidup luar biasa ini harus berakhir dengan ironi yang memilukan. Pada saat ditemukan, para ilmuwan tidak menyadari seberapa tua usia kerang tersebut. Untuk menentukan usia pasti seekor kerang quahog, peneliti harus membuka cangkangnya guna menghitung garis pertumbuhan tahunan yang mirip dengan lingkaran pohon pada batang kayu.
Proses pembukaan cangkang inilah yang secara tidak sengaja membunuh Ming. Para ilmuwan baru menyadari bahwa mereka telah mengakhiri hidup hewan tertua di planet ini setelah proses penghitungan selesai dilakukan.
Meskipun kematiannya mengundang penyesalan, Ming telah memberikan kontribusi besar bagi dunia sains. Melalui cangkangnya, para peneliti dapat mempelajari sejarah perubahan suhu dan kondisi lautan selama setengah milenium terakhir, menjadikannya sebuah arsip alam yang tak ternilai harganya. (*)
Editor : Indra Zakaria