PROKAL.CO- Kapal induk terbaru dan tercanggih milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN 78), dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat yang berkobar selama 30 jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Kebakaran yang bermula di ruang binatu (laundry) utama ini menyebabkan kepulan asap hebat yang memaksa puluhan pelaut mendapatkan perawatan medis akibat menghirup asap, sementara tiga personel lainnya harus dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Dampak dari kobaran api tersebut melumpuhkan fasilitas akomodasi bagi lebih dari 600 awak kapal. Banyak dari mereka dilaporkan terpaksa tidur di lantai dan meja ruang makan setelah area tempat tidur mereka tidak dapat dihuni. Investigasi awal dari Angkatan Laut AS menyatakan bahwa penyebab kebakaran bukan berasal dari aktivitas tempur, meskipun kapal raksasa berbobot 100.000 ton ini sedang dalam misi siaga tinggi di kawasan Timur Tengah.
Insiden ini menambah daftar panjang kendala teknis yang dialami USS Gerald R. Ford. Sebelumnya, kapal ini sempat menuai kritik tajam akibat desain sistem sanitasi yang buruk, di mana tercatat ratusan kerusakan toilet dalam waktu singkat selama operasional di laut. Laksamana Muda John F. Kirby menekankan bahwa pengerahan kapal dalam durasi yang terlalu lama—mencapai dua kali lipat durasi normal—telah memberikan beban fisik dan mental yang sangat berat bagi kapal maupun para krunya.
Pihak Komando Pusat Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa meskipun terjadi kerusakan di area layanan, sistem propulsi nuklir kapal tetap aman dan tidak terdampak. Kapal induk ini dijadwalkan tetap berada di posisinya hingga Mei mendatang, menggenapi hampir satu tahun masa penugasan di laut sejak pertama kali dikerahkan ke wilayah Karibia hingga akhirnya digeser ke Timur Tengah guna merespons ketegangan regional. (*)
Fakta Utama Insiden USS Gerald R. Ford:
Lokasi Awal Api: Ruang binatu (main laundry spaces).
Durasi Pemadaman: 30 Jam.
Dampak Personel: 3 pelaut dirawat medis, puluhan lainnya sesak napas, 600+ awak kehilangan tempat tidur sementara.
Status Kapal: Propulsi aman, dinyatakan tetap beroperasi (fully operational).
Editor : Indra Zakaria