Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ilmuwan Ungkap Keberadaan Gua Bawah Tanah di Bulan sebagai Masa Depan Hunian Astronot

Rizal Yusuf JP • Jumat, 19 Juli 2024 - 09:45 WIB
ilustrasi Bulan. (Space.com)
ilustrasi Bulan. (Space.com)

 

Para ilmuwan baru-baru ini telah mengumumkan penemuan yang mengejutkan, yaitu keberadaan gua bawah tanah di permukaan bulan.
 
Hal ini akan membuka peluang baru untuk pemahaman manusia terhadap bulan dan dapat membuka peluang untuk mengetahui sistematis di luar angkasa yang lebih dalam.
 
Dikutip dari theguardian.com pada Jumat (19/7), Lorenzo Bruzzone, seorang pakar di bidang penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dari Universitas Trento di Italia, mengemukakan pendapatnya mengenai gua yang ditemukan di bulan bahwa lubang tersebut kemungkinan merupakan tabung lava kosong yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik pada masa lalu.
 
Bruzzone juga menekankan bahwa penemuan itu memiliki potensi untuk menjadi habitat manusia di masa depan karena dapat memberikan perlindungan alami dari lingkungan bulan yang keras.
 
Selain itu, gua tersebut mungkin mengandung jejak air beku yang terperangkap di dalamnya, menunjukkan kapasitas sebagai sumber air untuk misi eksplorasi manusia di bulan.
 
Setidaknya terdapat 200 lubang telah terdeteksi, sebagian besar terletak di daerah ladang lava yang diduga sebagai akses ke sistem tabung lava bawah tanah yang besar.
 
Sedangkan Leonardo Carrer, seorang penulis dalam bidang ilmiah tersebut, mengungkapkan pandangan tentang keuntungan utama gua tersebut adalah sebagai tempat tinggal manusia tanpa perlu melakukan pembangunan ulang yang rumit.
 
Badan antariksa telah mengkaji berbagai metode untuk mengevaluasi stabilitas struktural gua, seperti penguatan dinding dan langit-langit gua.
 
Serta adanya area terpisah di mana astronot dapat mundur jika bagian gua tersebut runtuh. Gua di bulan dianggap sebagai tempat yang ideal untuk menempatkan pangkalan awak di masa depan, karena langit-langit gua yang tebal dapat memberikan perlindungan terhadap manusia dan infrastruktur dari variasi suhu permukaan bulan yang ekstrem dan untuk menghalangi radiasi energi tinggi yang mencapai bulan.
 
Dari data radar yang dikumpulkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA, terungkap bahwa lubang Mare Tranquillitatis merupakan lubang terdalam yang diketahui di bulan, dan terhubung ke sebuah gua dengan lebar 45 meter dan panjang hingga 80 meter. Gua tersebut memiliki luas setara dengan 14 lapangan tenis dan terletak sekitar 150 meter di bawah permukaan bulan.
 
Mare Tranquillitatis (Laut Ketenangan) memiliki lubang terbuka yang tampaknya dapat mencapai gua di dataran lava kuno tempat astronot Apollo 11 Neil Armstrong dan Buzz Aldrin pertama kali mendarat di Bulan lebih dari lima puluh lima tahun yang lalu. (*)
Editor : Indra Zakaria
#bulan