WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan persetujuannya terhadap rencana strategis Angkatan Laut AS untuk membangun dua kapal perang permukaan raksasa. Proyek ini diprediksi akan menghasilkan kapal perang terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah militer Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump dalam pidato resminya dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada Senin waktu setempat. Langkah ini menandai upaya masif Washington dalam memodernisasi kekuatan armada laut mereka di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Donald Trump menegaskan bahwa kedua kapal ini tidak hanya unggul dari segi ukuran, tetapi juga dari segi teknologi tempur yang akan disematkan di dalamnya. Kapal-kapal ini dirancang untuk menjadi ujung tombak pertahanan permukaan AS.
“Saya telah menyetujui rencana bagi Angkatan Laut untuk memulai pembangunan dua kapal perang baru yang sangat besar, yang terbesar yang pernah kita bangun,” tegas Trump. "Kapal-kapal canggih ini akan menjadi beberapa kapal perang permukaan yang paling mematikan."
Keputusan untuk menggelontorkan anggaran besar pada proyek ini didasari oleh laporan mengenai kondisi sejumlah armada Angkatan Laut AS saat ini. Trump menilai bahwa beberapa kapal perang yang masih beroperasi saat ini sudah kehilangan daya saingnya karena faktor usia.
Ia menyatakan bahwa kebutuhan akan kapal perang baru bersifat mendesak karena beberapa unit militer yang ada sudah dianggap "usang dan ketinggalan zaman" untuk menghadapi tantangan peperangan modern.
Pembangunan kapal ini diharapkan dapat memperkuat dominasi AS di perairan internasional. Meskipun detail teknis mengenai kelas kapal dan spesifikasi persenjataannya belum dirilis secara rinci, proyek ini dipandang sebagai pesan kuat dari pemerintahan Trump mengenai prioritas penguatan militer Amerika Serikat di masa depan.
Hingga saat ini, pihak Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum merinci jadwal dimulainya konstruksi maupun estimasi total biaya yang akan dihabiskan untuk membangun dua unit kapal raksasa tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria