Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Malaysia Sambut Baik Gencatan Senjata Kamboja-Thailand, PM Anwar Ibrahim: Kemenangan bagi Diplomasi ASEAN

Redaksi Prokal • 2025-12-28 09:00:00
Perwakilan Kamboja dan Thailand menandatangani kesepakatan gencatan senjata. (Kementerian Informasi Kamboja via Telegram Anwar Ibrahim)
Perwakilan Kamboja dan Thailand menandatangani kesepakatan gencatan senjata. (Kementerian Informasi Kamboja via Telegram Anwar Ibrahim)

KUALA LUMPUR – Malaysia, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN 2025, secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand yang mulai diberlakukan secara efektif pada Sabtu (27/12/2025) pukul 12.00 waktu setempat.

Langkah ini dinilai sebagai momentum krusial untuk meredakan ketegangan bersenjata yang sempat memanas di wilayah perbatasan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur, memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Kamboja dan Thailand. Ia menyebut keputusan untuk menarik mundur ketegangan dan menahan pasukan di posisi masing-masing merupakan bukti kedewasaan politik dalam melindungi keselamatan warga sipil.

"Keputusan kedua negara mencerminkan pengakuan bersama akan pentingnya pengendalian diri. Hal ini sangat krusial, terutama demi melindungi warga sipil yang paling terdampak oleh konflik ini," ujar Anwar Ibrahim, Sabtu.

PM Anwar menekankan bahwa gencatan senjata ini bukan sekadar janji lisan, melainkan mencakup langkah-langkah praktis yang transparan. Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah pelibatan Tim Pengamat ASEAN untuk melakukan verifikasi di lapangan.

"Langkah-langkah ini memberikan dasar bagi stabilitas yang kuat. Saya berharap kedua belah pihak akan melaksanakan komitmen ini dengan taat dan membuka jalur komunikasi langsung di antara otoritas pertahanan masing-masing," tambahnya.

Meski masa kepemimpinan Malaysia di ASEAN akan segera berakhir dan diserahkan kepada Filipina pada 1 Januari 2026, Anwar menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan lepas tangan. Malaysia berkomitmen untuk memastikan masa transisi keketuaan ini tetap menjaga momentum perdamaian yang baru saja tercipta.

"Pemerintah Malaysia tetap berkomitmen mendukung upaya memastikan seluruh kesepakatan dihormati. Ini penting demi menjaga kredibilitas ASEAN sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera," tegas Anwar.

Kesepakatan gencatan senjata ini diharapkan menjadi kado akhir tahun bagi stabilitas keamanan di Asia Tenggara, sekaligus membuktikan efektivitas mekanisme penyelesaian konflik internal di bawah payung besar ASEAN. (*)

Editor : Indra Zakaria