Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jejak Perjuangan Fusako Shigenobu: Dari Tokyo ke Garis Depan Palestina

Indra Zakaria • Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00 WIB

Fusako Shigenobu
Fusako Shigenobu

Kisah hidup Fusako Shigenobu kembali menjadi sorotan dunia internasional, merefleksikan sebuah era di mana solidaritas lintas batas melampaui sekat kebangsaan. Perempuan asal Tokyo, Jepang, ini dikenal luas bukan hanya karena dedikasinya, tetapi juga karena peran aktifnya dalam perlawanan bersenjata melawan pendudukan Israel di Palestina.

Berikut adalah rangkuman perjalanan hidup dan perjuangannya yang penuh kontroversi namun sarat dengan pesan solidaritas:

Membangun Aliansi di Timur Tengah

Lahir di tengah hiruk-pikuk Tokyo, Shigenobu memilih jalur yang jauh dari zona nyaman. Ia berangkat ke Lebanon dan bergabung dengan Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP). Di sana, ia menjalin hubungan strategis dan emosional dengan tokoh-tokoh ikonik perlawanan Palestina:

Leila Khaled: Pejuang perempuan yang menjadi simbol perlawanan global.

Ghassan Kanafani: Sastrawan dan pemikir besar Palestina yang karya-karyanya menjadi ruh perjuangan rakyat.

Shigenobu tidak hanya hadir sebagai pengamat, ia terjun langsung dalam pelatihan militer dan operasional untuk melawan apa yang ia sebut sebagai Zionisme dan penjajahan tanah Palestina.

Pendirian Tentara Merah Jepang (JRA)

Sebagai bentuk dukungan konkret, ia mendirikan Japanese Red Army (JRA) atau Tentara Merah Jepang. Kelompok ini memiliki tujuan utama untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dari luar wilayah Arab, menciptakan aliansi revolusioner antara gerakan kiri Jepang dan pembebasan nasional Palestina.

Perjalanan operasionalnya terhenti saat ia ditangkap pada tahun 2000 di Osaka, Jepang, setelah hidup dalam persembunyian selama puluhan tahun. Setelah menjalani masa hukuman lebih dari dua dekade, Shigenobu akhirnya resmi dibebaskan pada Mei 2022.

"Saya telah menyebabkan penderitaan bagi banyak orang karena tindakan di masa lalu, namun hati saya tetap bersama rakyat Palestina," ungkapnya saat menghirup udara bebas.

Bagi para pendukungnya, Shigenobu adalah simbol pengorbanan luar biasa seorang individu yang meninggalkan tanah airnya demi keadilan bangsa lain. Namun bagi pihak lawan, ia dianggap sebagai figur radikal. Terlepas dari perdebatan tersebut, sejarah mencatatnya sebagai sosok yang menyatukan isu Asia Timur dengan pembebasan Timur Tengah dalam satu tarikan napas perlawanan. (*)

Editor : Indra Zakaria