Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca "Islamabad Talks" yang Buntu, Pakistan Tegaskan Tetap Jadi Mediator AS-Iran

Redaksi Prokal • Senin, 13 April 2026 - 09:20 WIB
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar

ISLAMABAD – Meskipun perundingan "Islamabad Talks" antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan resmi, Pakistan menyatakan komitmennya untuk tidak mundur dari peran diplomatik sebagai penengah. Islamabad menegaskan akan terus berupaya menjadi jembatan dialog guna meredakan ketegangan yang kian memanas di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menekankan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada kegagalan negosiasi putaran pertama ini. Menurutnya, Pakistan akan terus memfasilitasi komunikasi antara Washington dan Teheran di tengah risiko eskalasi militer yang membayangi kawasan.

“Pakistan akan terus memainkan peran aktif dalam mendorong keterlibatan diplomatik di hari-hari mendatang. Kami tetap berupaya meredakan ketegangan yang meningkat,” ujar Ishaq Dar, Minggu (12/4/2026).

Kegagalan mencapai kesepakatan membuat delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, meninggalkan Islamabad untuk kembali ke Teheran. Begitu pula dengan delegasi Amerika Serikat yang dilaporkan telah bertolak kembali ke Washington tanpa membawa draf kesepakatan apa pun.

Kendati demikian, Islamabad mencatat bahwa kedua belah pihak sebenarnya tidak menutup pintu diplomasi secara total. Masih ada ruang bagi jalur komunikasi di masa depan, meski saat ini situasi di lapangan, khususnya di titik-titik rawan seperti Selat Hormuz, sedang berada dalam kondisi siaga tinggi.

Peran Pakistan dalam krisis ini dipandang sangat krusial oleh para pengamat internasional. Sebagai negara yang memiliki hubungan strategis dengan kedua belah pihak, Pakistan menjadi salah satu dari sedikit aktor yang mampu menyediakan ruang netral bagi dialog langsung maupun tidak langsung.

Keinginan Pakistan untuk tetap lanjut menjadi mediator menunjukkan kekhawatiran besar negara-negara di kawasan akan dampak ekonomi dan keamanan jika konflik AS-Iran pecah menjadi konfrontasi terbuka. Pakistan kini tengah bersiap untuk menyusun langkah-langkah diplomatik baru guna menarik kembali kedua pihak ke meja perundingan sebelum situasi di Selat Hormuz semakin tak terkendali. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Israel #iran