TEHERAN – Ketegangan di jalur nadi energi dunia, Selat Hormuz, kini mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Meskipun Donald Trump telah secara resmi mengumumkan blokade total oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, sejumlah kapal tanker dilaporkan nekat menerobos jalur panas tersebut. Hal yang paling mencuri perhatian dunia internasional adalah keterlibatan tanker milik Tiongkok yang secara terang-terangan menantang sanksi serta ancaman militer dari Washington.
Berdasarkan data maritim terbaru dari Kpler dan MarineTraffic, sedikitnya empat kapal tanker terpantau telah melintasi selat tersebut sejak blokade dimulai. Dua di antaranya memiliki keterkaitan erat dengan Tiongkok, termasuk kapal Rich Starry. Tanker jarak menengah yang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol ini nekat melintas di bawah kegelapan malam. Langkah ini dianggap sangat berisiko mengingat Rich Starry sebelumnya memang sudah masuk dalam daftar sanksi AS akibat terlibat dalam perdagangan dengan Iran.
Selain Rich Starry, keberanian serupa juga ditunjukkan oleh tanker Murlikishan yang berlayar dari Lanshan, Tiongkok, dan juga berada dalam radar sanksi Amerika. Data laporan dari Daily Mirror turut mencatat bahwa tanker Elpis terpantau melintas ke arah timur setelah bertolak dari pelabuhan Bushehr, Iran, diikuti oleh kapal berbendera Panama, Peace Gulf, yang menuju pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab. Aksi nekat deretan kapal ini menjadi tamparan keras bagi klaim keamanan yang diserukan oleh Gedung Putih, mengingat Selat Hormuz saat ini dijaga ketat oleh armada tempur Amerika Serikat.
Blokade ekstrem ini sendiri diambil setelah negosiasi antara pihak Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu. Menanggapi situasi di lapangan, Donald Trump melalui platform Truth Social melontarkan klaim provokatif yang menyatakan bahwa kekuatan laut lawan telah dilumpuhkan total oleh militer Amerika.
"Angkatan Laut Iran berada di dasar laut, benar-benar musnah—158 kapal," tulis Trump dalam unggahan terbarunya.
Mantan presiden yang kembali memimpin tersebut menegaskan bahwa armada Iran kini sudah tidak berdaya dan tidak lagi memiliki kekuatan untuk menantang dominasi Amerika Serikat di kawasan teluk. Trump pun mengeluarkan peringatan keras bagi kapal mana pun yang berani mendekati zona blokade. Ia menyatakan tidak akan segan untuk menggunakan kekuatan mematikan guna memastikan blokade tetap terjaga.
"Jika kapal-kapal ini mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi," tegas Trump menutup pernyataannya. (*)
Editor : Indra Zakaria