Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Iran Siaga 100 Persen, Ancam Serang Balik Jika Amerika Serikat Melancarkan Agresi

Redaksi Prokal • Kamis, 23 April 2026 | 11:45 WIB
Rudal Iran
Rudal Iran

PROKAL.CO- Pemerintah Iran merespons keras ancaman militer yang terus dilontarkan oleh Amerika Serikat. Militer Iran menegaskan bahwa mereka saat ini berada dalam kondisi siaga penuh dan tidak akan ragu untuk segera menyerang target-target yang telah ditentukan jika Washington nekat melancarkan serangan baru terhadap kedaulatan negaranya.

Peringatan tegas ini disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari. Pernyataan tersebut muncul sebagai reaksi atas apa yang disebut Teheran sebagai retorika ancaman yang berulang dari Presiden AS Donald Trump beserta para komandan militer Amerika.

“Pasukan kami yang cakap dan kuat telah lama berada dalam keadaan siaga 100 persen. Kami siap dan bersiap untuk menyerang,” tegas Zolfaghari dalam pernyataan resminya, Rabu (22/4).

Zolfaghari menambahkan bahwa setiap bentuk agresi atau tindakan militer yang menyasar Republik Islam Iran akan dihadapi dengan tindakan yang sangat tegas dan instan. "Pasukan Iran akan segera dan dengan kuat menyerang target yang telah ditentukan jika agresi itu terjadi," jelasnya lebih lanjut.

Ketegangan ini semakin memuncak meskipun sebelumnya Presiden Donald Trump menyatakan akan memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberikan waktu bagi Teheran mengajukan "proposal terpadu" atas saran pejabat Pakistan. Namun, di saat yang sama, Trump tetap memerintahkan militer AS untuk mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Kondisi "siaga satu" ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan Teluk Persia masih sangat cair dan berbahaya. Meskipun jalur diplomasi tengah diupayakan melalui mediasi pihak ketiga, kehadiran blokade militer AS dan kesiapan serangan balik dari pasukan elite Iran membuat stabilitas keamanan global tetap berada di ujung tanduk.

Editor : Indra Zakaria
#iran