Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Babak Baru Ketegangan Global: Parlemen Iran Godok Sayembara Rp950 Miliar untuk Nyawa Trump dan Netanyahu

Redaksi Prokal • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:08 WIB
Netanyahu dan Trump.
Netanyahu dan Trump.

 
TEHERAN — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase yang kian ekstrem dan mengkhawatirkan. Parlemen Iran dilaporkan tengah membahas rancangan undang-undang kontroversial yang menawarkan hadiah fantastis sebesar EUR 50 juta atau setara dengan Rp950 miliar bagi siapa saja yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Langkah hukum yang ekstrem ini diungkapkan langsung oleh Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Aturan bertajuk 'Counter-Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic' tersebut dirancang untuk melegalkan pemberian hadiah finansial kepada individu maupun kelompok yang mampu mengeksekusi kedua pemimpin dunia itu.

“Trump, Netanyahu, dan Komandan CENTCOM Brad Cooper harus menjadi target untuk tindakan balasan,” tegas Azizi saat menjelaskan dasar hukum rancangan aturan tersebut.

Rencana legislasi ini disebut-sebut sebagai aksi balasan langsung atas serangan udara di Teheran pada akhir Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Parlemen Iran dalam waktu dekat dijadwalkan akan segera menggelar pemungutan suara terkait undang-undang ini, sebuah langkah yang disebut oleh anggota komisi keamanan nasional Iran, Mahmoud Nabavian, sebagai upaya untuk mengirim Trump dan Netanyahu ke neraka.

Wacana sayembara bernilai fantastis ini semakin menguat setelah media pro-pemerintah Iran, Masaf, mengeklaim bahwa rezim telah mengamankan dana khusus untuk operasi bersandi 'Kill Trump'. Di saat yang sama, kelompok peretas yang didukung pemerintah Iran, Handala, juga mengumumkan alokasi dana serupa untuk menghabisi Trump dan Netanyahu. Aksi kelompok siber ini sekaligus menjadi pembalasan atas langkah Departemen Kehakiman AS yang sebelumnya menjanjikan hadiah USD 10 juta bagi siapa pun yang membocorkan informasi terkait anggota Handala.

Ancaman terbaru dari Teheran ini dinilai para pengamat internasional sebagai bentuk peningkatan ketegangan yang sangat drastis. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya berupa fatwa keagamaan atau propaganda politik di media massa, kali ini Iran menggunakan jalur legislasi resmi negara untuk meresmikan ancaman pembunuhan tokoh asing.

Situasi panas ini diprediksi akan mempersulit, bahkan merusak, berbagai upaya gencatan senjata serta jalur diplomasi yang tengah diupayakan oleh sejumlah negara penengah. Hubungan segitiga antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini berada di titik yang paling rapuh dan rawan memicu perang terbuka yang lebih luas.

Donald Trump sendiri sebelumnya telah memberikan peringatan yang sangat keras kepada Teheran mengenai keselamatan dirinya. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan segan-segan mengambil tindakan militer yang luar biasa merusak, bahkan hingga menghapus Iran dari peta dunia, jika Teheran berani melakukan serangan fisik terhadap dirinya.

Di sisi lain, meski retorika permusuhan terus memuncak lewat rancangan undang-undang ini, Iran dikabarkan masih mencoba mengirimkan proposal perdamaian terbaru ke Washington. Namun, pihak Gedung Putih menilai proposal tersebut belum menunjukkan perubahan sikap yang signifikan dari Teheran. Pejabat AS menyatakan bahwa situasi saat ini sangat serius dan bola kini berada di tangan Iran untuk merespons dengan cara yang benar jika ingin meredakan ketegangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#donald trump #benjamin netanyahu