Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ketegangan Memuncak! Trump Konfirmasi Militer AS Serang Sejumlah Target Vital di Iran

Indra Zakaria • Minggu, 28 Juni 2026 | 09:53 WIB
Kumpulan kapal di Selat Hormuz, terlihat di Musandam, Oman.
Kumpulan kapal di Selat Hormuz, terlihat di Musandam, Oman.

PROKAL.CO- Dunia internasional kembali diguncang oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengonfirmasi bahwa militer AS telah meluncurkan serangkaian serangan udara ke sejumlah target strategis di wilayah Iran pada Sabtu (27/6) waktu setempat.

Langkah militer ini diambil hanya seminggu setelah adanya pelonggaran blokade di Selat Hormuz yang sempat membuat aktivitas kapal dagang di kawasan pelabuhan Bandar Abbas kembali bergeliat. Namun, stabilitas tersebut kini hancur seiring memanasnya konfrontasi langsung kedua negara.

Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengumumkan bahwa operasi militer tersebut menyasar infrastruktur pertahanan penting milik Teheran. Serangan ini disebut sebagai tindakan balasan langsung terhadap provokasi Iran.

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," tulis Trump. "Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!"

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) turut memberikan konfirmasi resmi terkait operasi tersebut. Menurut CENTCOM, serangan udara dilakukan setelah adanya dugaan kuat bahwa pihak Iran melakukan serangan terhadap sebuah kapal niaga yang sedang melintasi jalur maritim kritis di Selat Hormuz.

Tidak sekadar mengonfirmasi serangan, Trump juga melayangkan ancaman yang sangat keras mengenai potensi eskalasi militer yang jauh lebih besar jika Teheran memilih untuk membalas dendam atau terus memperkeruh suasana.

"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" tegas Trump dalam pernyataannya.

Dari pihak Iran, media lokal melaporkan bahwa dentuman ledakan terdengar di beberapa titik di bagian selatan negara tersebut. Wilayah yang terkonfirmasi terkena dampak serangan meliputi Pulau Qeshm, kawasan di dekat Kota Sirik, serta area di sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh. Situasi di Selat Hormuz kini berada dalam status siaga tinggi. Komunitas internasional mengkhawatirkan serangan balasan dari Iran yang dapat mengganggu stabilitas pasokan energi global, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#iran #amerika serikat