Respons Pidato Prabowo, Iran Tegaskan Program Nuklirnya Murni Untuk Tujuan Damai

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:14 WIB
Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File).
Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File).

 

JAKARTA — Sorotan diplomasi mendadak mengarah pada dinamika hubungan geopolitik Indonesia dan kawasan Timur Tengah. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi maraknya perlombaan senjata nuklir di kawasan tersebut langsung memicu tanggapan resmi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia. Through pernyataan resmi di akun X miliknya, Kedubes Iran menegaskan posisi mendasar negaranya dengan membantah secara terbuka kekhawatiran mengenai pengembangan persenjataan pemusnah massal. Teheran menekankan bahwa mereka tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya.

Langkah cepat Kedubes Iran ini merupakan respons langsung terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto saat menerima jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari 38 provinsi di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden Prabowo menyoroti kian tajamnya eskalasi konflik global yang dinilai berpotensi memicu efek domino di kawasan Timur Tengah. Beliau menggarisbawahi kekhawatiran dunia internasional jika ada satu negara yang memiliki kapabilitas nuklir, maka negara-negara tetangga akan merasa terdorong untuk memiliki kemampuan serupa demi alasan keamanan. Dalam pidatonya, Presiden menyinggung isu kepemilikan nuklir Iran yang berpotensi memicu keinginan serupa dari negara-negara lain seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir.

Suasana makin hangat diperbincangkan publik lantaran siaran langsung acara tersebut mendadak terputus dan beralih ke tayangan iklan sesaat setelah Presiden membahas isu sensitif ini, sehingga memicu beragam spekulasi di ruang digital.

Menanggapi wacana yang berkembang, Kedubes Iran melengkapi pernyataannya dengan mengunggah dokumen penjelasan bertajuk 'Transparan, Damai, Sesuai Hukum Internasional'. Iran menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklir mereka dijalankan atas hak pemanfaatan energi untuk tujuan damai yang dijamin oleh Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT). Selain itu, Teheran mengklaim seluruh fasilitasnya berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dengan menerapkan salah satu rezim inspeksi paling ketat di dunia.

Iran juga menekankan bahwa senjata pemusnah massal tidak pernah ada dalam doktrin pertahanan mereka, yang mana hal ini diperkuat oleh fatwa Pemimpin Tertinggi Iran yang mengharamkan dan melarang keras kepemilikan senjata nuklir. Pengembangan riset dan teknologi nuklir di negara tersebut murni ditujukan bagi sektor energi, kesehatan, serta penelitian ilmiah. Melalui klarifikasi terbuka ini, Iran berharap dapat meluruskan pandangan serta memberikan gambaran yang utuh dan objektif kepada publik Indonesia maupun dunia internasional mengenai sifat damai dari program nuklirnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
nuklir