Proyek Ambisius Kazakhstan: Hidupkan Kembali Populasi Harimau yang Punah Sejak 1948

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:03 WIB
Harimau Amur betina bernama Umit telah resmi dilepaskan di Cagar Alam Negara Ile-Balkhash pada akhir Juli lalu.
Harimau Amur betina bernama Umit telah resmi dilepaskan di Cagar Alam Negara Ile-Balkhash pada akhir Juli lalu.

PROKAL.CO- Kazakhstan mencatatkan sejarah baru dalam dunia konservasi satwa liar dengan merilis harimau pertama ke alam bebas setelah absen selama lebih dari tujuh dekade. Langkah berani ini menandai dimulainya fase praktis dari program jangka panjang untuk mengembalikan posisi pemangsa puncak di delta Sungai Ili.

Kementerian Ekologi Kazakhstan mengumumkan bahwa seekor harimau Amur betina bernama Umit telah resmi dilepaskan di Cagar Alam Negara Ile-Balkhash pada akhir Juli lalu. Menteri Ekologi Yerlan Nysanbayev menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah yang lahir dari buah kerja keras selama lebih dari satu dekade, melibatkan pakar dari Rusia, para ilmuwan, serta mitra konservasi internasional.

Sebelum dilepas ke alam liar, Umit telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis ketat, uji kemampuan berburu, penilaian perilaku, dan pemantauan respons terhadap keberadaan manusia. Tubuh Umit kini telah dipasangi kalung satelit GPS/GSM yang memungkinkan petugas cagar alam memantau pergerakannya secara real-time selama 24 jam penuh melalui data satelit dan kamera pengintai.

Proses Seleksi Ketat dan Kerjasama Internasional

Umit tidak sendirian datang ke Kazakhstan. Ia merupakan bagian dari empat harimau liar yang ditangkap dan didatangkan dari wilayah Khabarovsk, Rusia. Sementara Umit sudah menginjakkan kaki di hutan lepas, seekor harimau jantan dewasa bernama Amur masih harus menjalani evaluasi perilaku lanjutan sebelum dilepaskan. Dua anak harimau lainnya, Turan dan Ussuri, direncanakan tetap berada di penangkaran hingga berusia minimal 18 bulan sebelum dinilai kelayakannya untuk menyusul ke alam liar.

Selain keempat harimau asal Rusia tersebut, Kazakhstan juga menerima pasangan harimau Amur bernama Bogdana dan Kuma dari Belanda pada akhir tahun 2024. Pasangan ini difokuskan berada di dalam kawasan penangkaran khusus untuk program pengembangbiakan, di mana keturunan mereka kelak akan disiapkan untuk dilepasliarkan.

Keputusan menggunakan spesies harimau Amur didasari oleh riset genetik yang menemukan hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan harimau Kaspia (Turan) yang telah punah. Penelitian menunjukkan bahwa DNA mitokondria kedua populasi ini hanya memiliki perbedaan satu nukleotida, menjadikannya pengganti paling ideal secara ekologis.

Harimau Kaspia sendiri dulunya berkeliaran bebas di semak belukar dan hutan rawa sepanjang Sungai Ili dan Syr Darya. Namun, perburuan liar, kerusakan habitat, dan merosotnya populasi mangsa membuat spesies ini punah dari bumi Kazakhstan, dengan catatan keberadaan terakhirnya terbunuh pada tahun 1948.

Persiapan Habitat dan Mitigasi Konflik dengan Warga

Upaya pemulihan populasi ini tidak dilakukan secara instan. Sejak mengumumkan rencana restorasi harimau pada 2010 dan mendirikan Cagar Alam Ile-Balkhash pada 2018, pemerintah Kazakhstan telah melakukan rekayasa ekosistem secara menyeluruh. Ribuan hektar hutan rawa direstorasi, dan pasokan makanan harimau dibangkitkan kembali dengan melepas ratusan rusa Bukhara, kulan (keledai liar), serta meningkatkan populasi babi hutan.

Pihak cagar alam juga menyiapkan langkah antisipasi ketat guna mencegah konflik antara harimau dan pemukiman warga sekitar. Sistem peringatan dini berbasis GPS akan mengirimkan pesan otomatis kepada warga jika harimau terdeteksi mendekat dalam radius lima kilometer dari pemukiman. Selain itu, tim khusus telah disiagakan untuk menghalau atau memindahkan satwa jika situasi mendesak.

Sebagai bentuk perlindungan ekonomi bagi peternak lokal, pemerintah telah menyiapkan dana kompensasi khusus berupa penggantian ternak jika ada hewan piaraan warga yang dimangsa.

Pelepasan Umit kini menjadi pijakan awal dari target besar Kazakhstan untuk membangun populasi harimau yang stabil, mandiri, dan aman di delta Sungai Ili dan kawasan selatan Danau Balkhash dalam beberapa dekade ke depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
harimau