Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Temuan Ayam Berulat di Program MBG Kayong Utara, DPRD Desak Satgas Bertindak Tegas

Redaksi Prokal • Jumat, 24 April 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi keracunan MBG
Ilustrasi keracunan MBG

 
PROKAL.CO- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, tengah menjadi sorotan tajam setelah munculnya laporan mengerikan mengenai temuan ayam berulat hingga dugaan keracunan yang menimpa siswa. Insiden yang dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Simpang Hilir ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, mengingat program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak sekolah.

Ketua DPRD Kayong Utara, Surya Aditya, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas kejadian yang dinilai sangat teledor tersebut. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan pangan tidak boleh dikompromikan sedikit pun dalam program strategis nasional ini.

"Saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Hal seperti ini jangan sampai terulang kembali kepada para siswa yang seharusnya mendapatkan manfaat dari makanan bergizi ini," tegas Surya saat dikonfirmasi oleh media.

Legislator dari Partai Hanura ini mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kayong Utara untuk bekerja jauh lebih teliti dan hati-hati sebelum menyajikan makanan. Ia meminta adanya sistem pengecekan berlapis, mulai dari proses di dapur hingga saat makanan tiba di sekolah sebelum dibagikan kepada para murid. Menurutnya, peran dewan guru sangat penting untuk memastikan makanan benar-benar layak konsumsi guna mencegah terjadinya kasus keracunan massal.

Selain kepada pengelola teknis, Surya juga mengingatkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG agar tidak berpangku tangan. Ia menuntut Satgas mengambil langkah konkret dan antisipatif agar kejadian serupa, terutama temuan belatung pada lauk pauk, tidak lagi mencoreng nama baik program tersebut di wilayah Kalimantan Barat.

Menanggapi desakan tersebut, Ketua Satgas MBG Kayong Utara, Erwin Sudrajat, menegaskan bahwa evaluasi ketat akan segera dilakukan di tingkat operasional. Namun, ia menjelaskan bahwa tanggung jawab langsung atas kualitas makanan berada pada pengelola dapur masing-masing mitra dan Koordinator Wilayah (Korwil) sebagai pengawas di lapangan.

"Terkait temuan belatung di Simpang Hilir itu, pihak dapur seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Selain itu, ada Korwil yang mengawasi langsung di sana. Kami akan mengevaluasi pengawasan di tingkat operasional ini agar keselamatan siswa tetap terjamin," jelas Erwin. Kejadian ini kini menjadi peringatan keras bagi seluruh dapur penyedia di Kayong Utara untuk meningkatkan standar kebersihan dan kesegaran bahan baku.(*)

Editor : Indra Zakaria
#keracunan MBG #kalbar