SEKADAU — Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat. Sebagai bentuk respons spiritual terhadap musibah tersebut, masyarakat Dayak Taman menyelenggarakan ritual adat "Mudas Buang Pamali Kampong" pada Jumat (24/4).
Prosesi adat yang penuh khidmat ini dipusatkan di halaman Gereja RT 9 Kampung Hulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau. Ritual ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud kearifan lokal untuk membersihkan kampung dari pengaruh buruk serta sebagai doa penolak bala agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati Sekadau Aron, unsur Forkopimda, serta tokoh adat dan masyarakat. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari BPBD hingga tim SAR, menunjukkan solidaritas yang kuat dalam pemulihan pascamusibah.
Kapolres Sekadau melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan bahwa ritual ini merupakan langkah penting untuk memulihkan keharmonisan antara manusia, pencipta, dan lingkungan.
“Ritual adat ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak Taman untuk membersihkan kampung dari pamali atau hal-hal buruk yang diyakini muncul akibat suatu musibah, sekaligus doa bersama agar terhindar dari marabahaya di masa mendatang,” jelas AKP Triyono.
Sebelum ritual inti dimulai, acara diawali dengan rangkaian sambutan dan penyerahan piagam penghargaan kepada kepala desa sebagai apresiasi atas dedikasi dalam penanganan situasi darurat. Pihak kepolisian menegaskan dukungannya terhadap pelestarian nilai budaya ini sebagai bagian dari harmoni sosial.
“Polri menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung pemulihan situasi pasca terjadinya musibah,” pungkas Triyono.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mencerminkan betapa kuatnya nilai-nilai adat yang dijaga oleh masyarakat Dayak Taman. Melalui ritual ini, warga berharap keseimbangan spiritual di Desa Tapang Tingang dapat kembali pulih, membawa ketenangan bagi masyarakat yang masih berduka atas insiden udara tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria