Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada! 53 Titik Panas Kepung Kalbar, BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca dan Pemadaman Darat

Redaksi Prokal • Selasa, 28 April 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi Karhutla.
Ilustrasi Karhutla.

 
PONTIANAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar per 26 April 2026, terdeteksi sebanyak 53 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai kabupaten hanya dalam kurun waktu satu hari.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, merinci bahwa sebaran titik panas ini mayoritas memiliki tingkat kepercayaan sedang. Wilayah yang terpantau memiliki hotspot meliputi Sambas, Mempawah, Sanggau, Sintang, Bengkayang, Sekadau, Melawi, Singkawang, hingga Kubu Raya.

“Dari 53 titik tersebut, 51 titik berstatus kepercayaan sedang dan dua titik lainnya kepercayaan rendah. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh personel di lapangan,” ujar Daniel. Sebagai langkah antisipasi dini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap akibat karhutla yang berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Sejumlah kabupaten seperti Kubu Raya, Ketapang, Sambas, dan Mempawah juga telah menetapkan status serupa guna mempercepat koordinasi penanganan.

Guna meredam potensi kebakaran yang meluas, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan. Pada akhir pekan kemarin, pesawat Cessna Grand Caravan telah melakukan penyemaian satu ton bahan NaCl (garam) di langit Sambas dan Bengkayang pada ketinggian 12 ribu kaki untuk memicu turunnya hujan.

"Penyemaian dilakukan pada awan cumulus, dan terpantau potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah setelah operasi tersebut," jelas Daniel. Kabupaten Sambas tercatat sebagai wilayah dengan dampak cukup signifikan, di mana sekitar 273 hektare lahan dilaporkan telah terbakar sejak awal tahun. Api masih terpantau aktif di beberapa lokasi seperti Desa Tanah Hitam (Paloh) dan Desa Tempapan Hulu (Galing).

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga relawan masyarakat masih terus berjibaku memadamkan api. Namun, mereka dihadapkan pada kendala klasik: minimnya sumber air di lokasi kebakaran dan sulitnya memadamkan api di lahan gambut yang dalam.

"Kami sangat membutuhkan dukungan tambahan sarana seperti helikopter water bombing, mesin pompa, serta penguatan modifikasi cuaca secara rutin," tambah Daniel. BPBD mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas menyengat. Warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat kepulan asap di sekitar wilayah mereka. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalbar #karhutla