Pencarian korban insiden tenggelamnya 16 kapal nelayan akibat cuaca buruk yang menerjang perairan Kalimantan Barat, tim pertolongan dan pencarian gabungan memperluas area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, ara pencarian diperluas dan dibagi menjadi empat sektor, dengan luas pencarian 1.360 nautical mile yang melibatkan belasan unit kapal milik TNI AL, Polair, PSDKP, Bea Cukai, KPLP dan SAR Pontianak. Termasuk wilayah pesisir.
“Untuk area pencarian kami perluas termasuk di area pesisir. Kami khawatir, pesisir Kalbar ini masih banyak yang belum berpenghuni, sehingga ada kemungkinan korban sudah ada yang hanyut ke tepian,” katanya.
Hingga saat ini setidaknya ada empat awak kapal yang berhasil dievakuasi. Semuanya dalam keadaan meninggal dunia. Dengan ditemukannya empat korban tersebut maka jumlah korban yang meninggal mencapai 15 orang. Lima di antaranya belum terindentifikasi.
Yopi juga mengatakan, pihaknya mendapat laporan penambahan kapal yang mengalami Lost Contact. Yakni KM CSSK dengan jumlah awak sebanyak tiga orang.
“Ketiganya masih dalam pencarian,” kata dia.
Saat ini, berdasarkan data sementara, jumlah POB (Person on Board) 134 orang, 77 orang dinyatakan selamat, 42 orang dalam pencarian dan 15 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Terpisah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan kapal patroli Napoleon 037 yang beroperasi di bawah Stasiun PSDKP Pontianak untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan dalam melakukan pencarian korban dari kapal nelayan yang tenggelam karena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat.
Tim KKP yang bergabung dalam tim SAR Gabungan juga terus bekerja untuk proses identifikasi korban dan berkoordinasi dalam rangka pemulangan enam orang nelayan asal Jakarta yang berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi tersebut.
“Pertama tentu kita semua prihatin dengan peristiwa ini, Menteri Kelautan dan Perikanan memberi perhatian dan memerintahkan kami mendukung proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan,” jelas Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar.
Lebih lanjut, Antam menjelaskan bahwa KKP bersama dengan jajaran instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan, saat ini tengah melakukan pencarian dan pertolongan terhadap anak buah kapal (ABK) yang dinyatakan hilang pada kecelakaan 16 kapal di mana 12 diantaranya merupakan kapal nelayan yang tenggelam karena cuaca buruk.
“Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung sampai dengan saat ini, mudah-mudahan kita bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan,” ujar Antam.
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa selain memberikan dukungan pencarian dan evakuasi korban tenggelam, Ditjen PSDKP KKP saat ini juga membantu proses identifikasi dan koordinasi pemulangan terhadap enam orang nelayan asal Jakarta yang berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan. Proses identifikasi dilaksanakan secara efektif dengan bantuan nelayan yang selamat.
“Korban yang selamat akan kami pulangkan segera setelah mereka membantu mengidentifikasi korban lain yang ditemukan,” pungkas Ipunk.
Sebagaimana diketahui,16 kapal di mana 12 kapal merupakan kapal nelayan mengalami kecelakaan kerena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu (15/7/2021) dini hari. Saat ini Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur maritim masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang yang masih belum ditemukan. (arf)
Editor : izak-Indra Zakaria