Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Sabtu siang (17/7), mendistribusikan bantuan beras bagi warga terdampak banjir di Desa Kubu Padi dan Padi Jaya, Kecamatan Kuala Mandor B. Penyaluran bantuan beras ini dikirimkan menggunakan kapal motor kelotok Bintang Timur jurusan Pontianak-Kubu Padi.
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang turun langsung menyerahkan bantuan mengatakan, akibat banjir yang terjadi sejak 15-16 Juli lalu mengenai pemukiman warga, akibatnya sekitar 900 Kepala Keluarga (KK) Desa Kubu Padi dan Desa Padi Jaya di Kuala Mandor terdampak banjir.
Untuk membantu warga terdampak banjir pemerintah daerah setempat pun menyalurkan bnatuan beras. Sesuai prosedur kondisi di masa pandemi seprti saat ini, bantuan berasnya bisa didistribusikan menggunakan kapal motor kelotok yang menuju Desa Kubu Padi dan Padi Jaya.
“Alhamdulillah, kami mendistribusikan sebanyak 6.750 kilogram beras yang terdiri dari 135 karung untuk 2.700 jiwa yang tersebar di 6 dusun di dua desa ini. Bantuan beras yang kami distribuskan ini merupakan beras cadangan yang ada di Pemerintah Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan, Sabtu siang (17/7) usai menyerahkan bantuan beras bagi warga terdampak banjir.
Dia mengajak semua elemen rakyat untuk ‘Kepong Bakol’ perkuat solidaritas sosial di tengah pandemi saat ini, karena dengan adanya bantuan dari semua elemen rakyat itu akan memperkuat solidaritas dan kebersamaan membantu sesama.
“Terlebih, di masa pandemi saat ini, saya imbau semua elemen masyarakat mari kita sama-sama bangun solidaritas sosial kita dengan strategi ‘kepong bakol’ bantu warga kita yang mengalami kesulitan dan warga yang membutuhkan uluran tangan kita. Semoga dengan adanya campur tangan dari elemen rakyat, kita bisa meringankan beban warga kita yang membutuhkan bantuan,” paparnya.
Bantuan yang diberikan tersebut merupakan salah satu upaya memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak karena dengan kondisi saat ini masyarakat tidak bisa bertanam dan surutnya air tidak bisa langsung ditanam ulang, sehingga dengan bantuan beras ini bisa memenuhi kecukupan pangan bagi warga di dua desa terdampak banjir.
“Yang penting kesehatan warga dulu yang kita utamakan dan kita juga sudah instruksikan kepada Puskesmas Kuala Mandor B agar setiap waktu memantau kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir dan kemarin laporannya sudah ada ke kita,” jelasnya.
Aetelah mendisribusikan bantuan beras, petugas kesehatan dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta kepala desa akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kesehatan warga di dua desa itu dan penyaluran bantuan beras ini akan dilakukan per dusun. Nantinya kata Muda, setiap dusun di dua desa itu yang nantinya akan menyalurkannya kepada warganya berdasarkan data dari masing-masing RT.
“Untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir seperti diare dan gatal-gatal serta kondisi masih pandemi saat ini tentunya sangat rawan sekali, makanya kita minta Puskesmas setempat untuk segera membagikan obat guna mengantisipasi agar warga tidak terserang penyakit pascabanjir,” ucapnya.
Kepala Desa Kubu Padi Osman mengakui, akibat banjir membuat 900 Kepala Keluarga yang tersebar di enam dusun di Desa Kubu Padi dan Padi Jaya terdampak banjir.
Menurutnya, untuk dusun yang terdampak banjir di Desa Kubu Padi diantaranya, Dusun Karya Abadi, Karya Bersama, Harapan Bersama dan Dusun Tunas Harapan sedangkan dusun yang terdampak banjir di desa persiapan Padi Jaya diantaranya Dusun Karya Indah dan Dusun Karya Murni.
“Dusun yang paling terdampak paling parah musibah banjir di desa kita ini ada di dusun paling ujung yaitu Dusun Karya Abadi dan Dusun Karya Indah, sehingga sampai saat ini ada ratusan rumah yang masih terendam air dan warga juga ada yang sudah mengungsi ke tempat keluarganya masing-masing,” jelas Osman.
Osman menerangkan, air yang meredam ratusan rumah warga itu volume masih sama dengan hari-hari sebelumnya, tidak naik dan tidak pula surut kondisinya masih tetap. Jadi dengan adanya bantuan dari Pemkab Kubu Raya ini bisa membantu dan meringankan serta bermanfaat bagi warga yang terdampak.
“Alhamdulillah dalam beberap hari ini petugas kesehatan, baik itu bidan dan perawat sudah mengecek langsung dan memantau terus perkembangan kesehatan warga yang terdampak banjir ini dan tentunya kami berharap banjir ini bisa segera surut sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” pungkasnya. (ash)
Editor : izak-Indra Zakaria