Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Wahai Para Pencari Ketenangan...!! Ini Dia Gua Andu, Wadah Syahdu nan Cantik

izak-Indra Zakaria • 2022-02-04 10:56:30
Pesona sorotan ‘Cahaya Dari Surga’ di Gua Andu di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar. (Dok. Disporapar Landak)
Pesona sorotan ‘Cahaya Dari Surga’ di Gua Andu di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar. (Dok. Disporapar Landak)

Kabupaten Landak terkenal dengan wisata air terjunnya yang digemari. Tapi siapa sangka di sana juga terdapat gua purba eksotis yang tersembunyi dibalik hutan rimba Bumi Intan.

Miftahul Khair, Ngabang

GUA Andu merupakan gua vertikal dengan hutan purba pada dasarnya. Lorong-lorong dengan ornamen gua yang indah akan membawa anda menuju Sungai Engkangin. Di sana, anda dapat melihat sorotan cahaya surga. 

Permata tersembunyi ini terletak di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Gua Andu, menawarkan keindahan sekaligus ketenangannya yang tak terhingga. Suara gemercik air mengalir di sela-sela bebatuan. Melewati tengah Gua membuat suasana semakin sejuk.

Pesona Gua Andu yang eksotis dikelilingi oleh hutan yang masih asri. Kesejukan alamnya juga semakin menggandakan keindahan dan ketenangan yang ditawarkan oleh Gua Andu ini.

 

“Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua ini adalah saat siang hari sekitar pukul 11.00-12.00 WIB, di mana wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan cahaya matahari yang masuk ke dalam Gua Andu ini,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak Yosef di Ngabang beberapa waktu lalu. 

Tak butuh waktu lama menuju gua ini dari Kota Ngabang. Dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, anda sudah dapat menghilangkan penat di dalam ketenangannya yang abadi.

Akses untuk menuju ke Gua Andu berupa jalan beraspal menuju Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar. Setelahnya anda harus rela melewati jalan berbatu dan jalan tanah kuning menuju Desa Engkangin. Dan untuk bisa sampai di Gua Andu tersebut hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua, karena ada beberapa jaringan jalan yang kecil sehingga belum bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

“Walaupun didominasi jalan tanah namun pada musim kering masih bisa dilintasi sepmot jenis matic,” ungkapnya. Sesampainya di sana, tim tak dapat menahan rasa sabar untuk melihat sebuah mahakarya Sang Pencipta yang sungguh mengagumkan terpampang di hadapan. Sungai bawah tanah yang masih satu sistem dengan Sungai Engkangin mengalir. Tak mampu berkata-kata, hanya bisa terpesona. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria