MARABAHAN – Di Kalsel ternyata masih minim apoteker. Di beberapa kabupaten/kota, di rumah sakit resmi milik pemerintah, tenaga apoteker masih sangat sedikit. Bahkan, ada pula yang nihil.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalsel, Surya Wahyudi mengungkapkan, jumlah apoteker di daerah ini sebenarnya cukup banyak. Mencapai 600 orang. Hanya saja, masih ada kabupaten/kota, khusus tempat-tempat pelayanan masyarakat seperti Puskesmas atau rumah sakit, belum ada tenaga apoteker.
"Khusus untuk Banjarmasin tenaga apoteker untuk apotek, puskesmas atau rumah sakit sudah terisi sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan," katanya, di sela-sela pelaksanaan Seminar dan Konfercab IAI Kalsel, Kamis (7/3) tadi di Marabahan.
Sementara untuk beberapa daerah yang belum ada atau minim apoteker, setidaknya terdeteksi di tiga daerah. Kabupaten Banjar, Tapin, dan Balangan. "Di tempat lain relatif. Dan untuk Batola dapat dikatakan aman," ujarnya.
Surya mengungkapkan, seorang apoteker sesuai amanat Peraturan Menteri Kesehatan, idealnya ada di setiap pelayanan masyarakat. Sesuai kebutuhan apotek, puskesmas atau rumah sakit.
"Di puskesmas minimal harus ada satu tenaga apoteker. Sedangkan di rumah sakit, minimal dua sampai empat orang," katanya.
Ia membeberkan, selama ini belum meratanya sebaran apoteker di kabupaten/kota dikarenakan minimnya anggaran pemerintah dan kesedian dari SDM apoteker. "Beberapa tahun ke depan masalah SDM akan dapat dituntaskan dengan menjamurnya formasi apoteker di ULM dan perguruan tinggi lainnya di Kalsel," bebernya. (mr-152/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin