BANJARMASIN – RSUD Sultan Suriansyah resmi beroperasi setelah digelarnya grand opening oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, kemarin (24/9) sore, tepat saat perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-493.
Peresmian itu ditandai dengan pemotongan karangan bunga dan penandatangan prasasti oleh Ibnu Sina didampingi oleh wakilnya Hermansyah. Juga ada Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin beserta Direktur RS Sultan Suriansyah.
Ibnu mengatakan, setelah melalui proses yang panjang akhirnya rumah sakit yang didirikan dengan menggunakan APBD Kota Banjarmasin tersebut resmi beroperasi. Ia berharap rumah sakit daerah ini bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Banjarmasin dengan sebaik-baiknya.
"Hal ini tak lepas atas kerjasama dengan Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan, sehingga rumah sakit ini bisa kita wujudkan. Semoga bisa melayani warga yang mungkin masih ada yang belum terlayani dengan baik," ucapnya selepas berkeliling rumkit.
Keberadaan rumah sakit di Jalan Rantauan Darat yang tepat berada di pinggir sungai itu tentunya tak hanya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di darat. Namun juga warga yang ada di bantaran sungai.
"Keberadaan rumah sakit ini betul-betul di bantaran sungai, sehingga tahun depan kita bangun dermaga yang langsung terintegrasi dengan IGD. Dan ambulans sungainya sudah disiapkan sehingga cepat melayani warga hingga di bagian selatan ujung," imbuhnya.
Kemudian, pembangunan juga terus dilakukan. Saat ini tengah berlangsung pembangunan gedung unit tiga oleh Dinas PUPR Banjarmasin yang digadang-gadang akan selesai akhir tahun nanti. "Kami juga sudah siapkan anggaran untuk penyempurnaan di 2020 nanti sebesar Rp 57 miliar. Anggaran ini termasuk pembangunan lift dan lokasi parkir," ujarnya.
Direktur RS Sultan Suriansyah, Sukotjo Hartono mengatakan, saat ini ada 13 poliklinik dan satu laboratorium yang sudah dibuka untuk melayani masyarakat. "Diantaranya poliklinik anak, kebidanan kandungan, bedah, dalam, syaraf, rehabilitasi medik, THT, jiwa, gigi dan mulut, gizi, patologi anatomi, MCU, laboratorium, dam IGD 24 jam" jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, saat ini baru ada 26 tempat tidur. Disebutkannya, tahun 2020 akan ditambahan sebanyak 100 buah. Karena masih belum bisa memberikan pelayanan bagi pengguna BPJS, maka Dinkes Banjarmasin memberikan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu melalui bantuan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
"Syaratnya harus memiliki bukti keterangan tidak mampu dari RT, kelurahan dan diketahui oleh Dinas Sosial. Jadi jangan khawatir kita pasti berikan pelayanan maksimal meski menggunakan Jamkesda," bebernya.
Machli juga menargetkan RSUD Sultan Suriansyah bisa melayani pengguna BPJS paling lambat awal tahun 2020 nanti. "Karena kita masih perlu proses verifikasi untuk akreditasi rumah sakit. Jika itu sudah selesai maka diharapkan 1 Januari 2020 sudah bisa melayani pasien BPJS," tukasnya.
Kemarin juga ada kegiatan sosial yang digelar rumkit milik pemko itu. Yakni ada beberapa pelayanan gratis, salah satunya pelayanan operasi gratis yang diterima oleh Ikhsan.
"Saya ikut kegiatan sosial, pagi tadi menjalani operasi hernia. Alhamdulillah sudah selesai. Jika sudah memungkinkan, besok (hari ini) juga sudah boleh pulang ke rumah," pungkasnya. (hid/tof/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin