Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Walaupun PSBB, Petugas Posko Harus Humanis

izak-Indra Zakaria • 2020-05-16 11:28:46
UJI COBA: Pemkab Batola melakukan uji coba PSBB di check poin Terminal Handil Bakti. | FOTO: AHMAD MUBARAK/RADAR BANJARMASIN
UJI COBA: Pemkab Batola melakukan uji coba PSBB di check poin Terminal Handil Bakti. | FOTO: AHMAD MUBARAK/RADAR BANJARMASIN

Untuk memantapkan persiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, Jumat (15/5) telah dilakukan simulasi pengamanan di posko perbatasan daerah.

Bertempat di Polres Banjarbaru, simulasi yang dihadiri oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Banjarbaru dan Banjar. Serta sejumlah stakeholder terkait, seperti jajaran Polres Banjarbaru, Polres Banjar dan Kodim 1006/Martapura tersebut memperlihatkan tentang bagaimana protokol yang dijalankan petugas di posko PSBB.

Dalam simulasi tersebut, petugas tampak santun memeriksa semua kendaraan yang ingin melintas. Bahkan, ketika ada pengendara yang marah-marah lantaran tak diperbolehkan melintas. Para petugas gabungan, terdiri dari Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri itu tetap tenang dan tidak tersulut emosi.

Selain itu, dalam simulasi juga diperlihatkan bagaimana cara petugas mengantisipasi apabila ada masyarakat yang tiba-tiba pingsan dan terindikasi terinfeksi Covid-19. Yakni, dengan cara melakukan evakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB petugas di lapangan memang harus mengutamakan humanis terhadap masyarakat yang diperiksa. "Kita tahu, Covid-19 baru pertama terjadi. Sehingga, pemahaman pemerintah dan masyarakat harus disamakan dengan humanis," katanya.

Dia mengungkapkan, di Banjarbaru ada lima posko yang didirikan. Yakni, di Simpang Empat Jalan Karang Anyar; Simpang tiga Jalan Rahayu; Simpang 3 Bangkal, Kecamatan Cempaka; Simpang 4 Depan SPBU LIK Liang Anggang; Depan Kota Citra Graha dan Simpang 3 Jalan Gubernur Syarkawi.

"Posko-posko ini untuk membatasi arus masyarakat dari luar daerah yang ingin masuk ke Banjarbaru," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Pengamanan PSBB Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang juga Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto menyampaikan, dalam pengutamaan humanisme, para petugas diharapkan tidak melakukan kontak fisik atau saling bentak dengan masyarakat."Kita ingin damai. Tapi kalau semua sudah dilaksanakan dan terpaksa ada sanksi, maka satuan hukum yang bermain," ucapnya.

Dia mengungkapkan, dalam penerapan PSBB nanti semua posko akan dilakukan penutupan selama 24 jam untuk membatasi keluar masuk orang dan barang. "Karena kita tidak tahu bagaimana virus menyebar. Jadi orang ataupun barang harus kita batasi. "Nanti masyarakat yang ingin melewati posko harus mematuhi protokol PSBB yang sudah ditentukan. Kalau tidak, maka diminta kembali," ungkapnya.

Siswo menyampaikan, beberapa protokol yang sudah ditetapkan diantaranya ialah terkait muatan kendaraan. Di mana, kapasitas mobil hanya diperbolehkan 50 persen dari alokasi muatan. "Di dalam mobil juga ada pembatasan jarak antar penumpang. Sedangkan sepeda motor bisa berboncengan asal dengan keluarga inti. Misal, istri/suami,anak atau orang tua," rincinya.

Selain kapasitas kendaraan, dikatakannya, bila ada masyarakat yang punya keperluan keluar wilayah diharuskan membawa surat rekomendasi dari aparat RT/RW/lurah atau camat setempat.  "Kalau untuk ASN, TNI, Polri, BUMN dan tenaga profesi kesehatan serta jurnalis agar bisa menyiapkan kartu identitas dan surat tugas. Di samping tanda pengenal KTP," katanya.

Sekadar diketahui, selain lima posko di Banjarbaru, dalam penerapan PSBB di Banjarbaru dan Banjar juga ada tiga posko gabungan. Yakni, di SPBU Gubernur Soebarjo; Batas Kota, depan Q Mall Banjarbaru serta di Indomaret Sungai Ulin.

Adapula posko khusus Kabupaten Banjar, yang masing-masing ditempatkan di Simpang Empat Sungai Tabuk; Jalan A Yani Km 7, Kertak Hanyar; Jalan Gubernur Soebarjo, Basirih dan di Jalan A Yani, Pasar Astambul.

Jelang PSSB tadi malam, Pemkab Batola juga mengaku sudah siap 100 persen. Seharian mereka melakukan ujicoba Lalin di pos check poin Terminal Handil Bakti, Jumat (15/05) sore.

Sebelum menerapkan PSBB, Pemkab Batola sudah mendirikan enam pos check poin. Terletak di Terminal Handil Bakti, Kecamatan Anjir Pasar, Jejangkit, Wanaraya, Tabukan, dan Bakumpai. Khusus pos check poin di Terminal Handil Bakti, terlebih dahulu dilakukan uji coba lalin PSBB.

Ujicoba PSBB ini, langsung dipimpin Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Batola Noormiliyani. Selain memeriksa suhu tubuh dan KTP pengguna jalan, juga dibagikan selebaran terkait aturan PSBB di Batola. Tidak ada yang dipulangkan atau dilarang masuk dalam uji coba kali ini.
"PSBB Batola akan membuat warga nyaman. Tidak menjadi momok bagi masyarakat," ujar Bupati Noormiliyani.

Noormiliyani menambahkan, PSBB Batola sudah siap 100 persen. PSBB yang diterapkan sama seperti daerah lain. Hanya saja yang paling ditekankan, pendekatan persuasif dan humanis kepada pengguna jalan. "Saya percaya petugas di lapangan sangat humanis. Lebih bersahabat dan tidak ada bentakan saat ada warga yang salah," ujarnya.

Hal serupa juga diucapkan Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno. Bagus menambahkan terkait pos check poin, akan diterapkan sesuai kesepakatan Provinsi. Hanya saja dalam waktu dua hari kedelapan, penerapan di check poin masih dalam tahap sosialisasi. Akan diterapkan secara merata pada hari Senin mendatang. "Kami harapkan hari Senin mendatang, masyarakat sudah sadar, dan pelaksanaan PSBB bisa lancar," ujarnya. (ris/bar/ay/ran/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Banua Covid-19 Corona