Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tepis Isu PAN Hengkang, Jaya Pamer Foto dengan Muhidin

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-08-24 10:10:46
TENANG: Darmawan Jaya Setiawan mengunggah fotonya dengan Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin di instagram @jayakotasantri seraya memberi komentar, Alhamdulillah PAN tetap setia.
TENANG: Darmawan Jaya Setiawan mengunggah fotonya dengan Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin di instagram @jayakotasantri seraya memberi komentar, Alhamdulillah PAN tetap setia.

BANJARBARU - Sempat berhembus isu bahwa koalisi NasDem-PAN yang mengusung Martinus-Jaya bakal renggang. Isu tersebut kini perlahan mulai terpatahkan.

Sebab, isu bahwa PAN bakal hengkang dan menarik diri dari koalisi dipastikan tidak benar. Walaupun rumor bahwa PAN bakal berkoalisi dengan Golkar menyesuaikan format koalisi Pilgub terus menggema.

Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari memastikan bahwa PAN tetap komitmen dengan pasangan Martinus-Jaya. Walaupun diakuinya bahwa rumor soal PAN bakal banting setir ke koalisi Golkar memang berhembus.

"Dari awal sampai saat ini sikap PAN tidak berubah. Kami mendukung pasangan Martinus-Jaya, ini sudah komitmen kita dari awal," tegas Emi disela acara Hari Lahir (Harlah) PAN ke-22 tahun kemarin.

Soal isu Golkar berupaya merayu PAN, menurut Emi konteks penjajakan antar parpol sah-sah saja dalam perpolitikan. Namun diceritakannya bahwa komitmen PAN dengan Martinus-Jaya lebih dulu terjadi ketimbang komunikasi dengan Golkar.

"Pertama, Golkar Kota (Banjarbaru) tidak ada komunikasi dengan kita pasca Pak Iwansyah mundur dengan Ovie (Aditya). Komunikasi baru ada itupun dari Sekretaris Provinsi bapak Supian HK saat kami sudah membuat komitmen dengan pasangan MJ (Martinus-Jaya)," beber Emi.

Pertimbangan lain, mengusung pasangan Martinus-Jaya bagi Emi juga ditunjang beberapa faktor. Yang mana nilainya, melihat situasi dan waktu sekarang, peluang pasangan ini sebutnya lebih besar.

"Dalam kondisi waktu pertarungan yang tidak panjang dan saat pandemi, pasangan ini kami anggap peluang kemenangan lebih besar. Juga ada beberapa pertimbangan lain," urainya.

Adapun, Darmawan Jaya Setiawan ketika ditanya soal kesetiaan PAN dengan koalisi hanya menjawab normatif. Menurut Wakil Wali Kota Banjarbaru ini, yang berhak menjawab hal tersebut langsung dari parpol.

Meski begitu, Jaya dalam unggahannya di akun media sosial pribadinya menyebutkan narasi bahwa PAN tetap setia. Sembari ia mengunggah foto pertemuan dengan Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin.

Sementara itu, saat ini tiga paslon dipastikan kuat bakal bertarung di Pilwali Banjarbaru 2020. Ketiga paslon ini semuanya dari jalur parpol, yakni Martinus-Jaya dengan Nasdem-PAN, Aditya-Syahriani dengan Gerindra-PPP serta Gusti Iskandar-Iwansyah dengan Golkar-PKB.

Melihat komposisi tersebut, maka semua paslon secara persyaratan suara minimum telah memenuhi syarat. Sehingga kini parpol tersisa yang belum menentukan usungan terasa tak punya nilai tawar.

Meski dianggap tidak tegas dalam menentukan sikap. Parpol tersisa mengklaim bahwa pihaknya hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan.

Misalnya adalah PDIP Banjarbaru yang punya kekuatan 3 kursi. Meski tak secara gamblang, namun Ketua DPC PDIP Banjarbaru, Wartono menegaskan bahwa pihaknya tak akan abstain.

"PDIP Banjarbaru pasti akan mendukung salah satu paslon. Untuk sekarang kita belum beberkan, nanti pasti kita umumkan," kata Wartono ketika dikonfirmasi.

Terpisah, meski sempat gamang bakal mengusung siapa. Ketua DPC Partai Demokrat Banjarbaru, Sumedi baru saja memastikan bahwa Partainya tetap akan mengusung pasangan inkumben. Meskipun mendiang Nadjmi Adhani telah berpulang.

"Kita memutuskan akan mengusung pasangan Martinus-Jaya. Ini sudah keputusan final dan telah kira sampaikan kepada para pengurus," tegasnya.

Soal pertimbangan, Sumedi mengatakan bahwa pasangan ini dinilainya mumpuni. Mengingat Martinus sebutnya adalah birokrat ulung yang dipercaya mampu memahami dan menangani tata kota Banjarbaru.

"Apalagi kita ketahui sendiri, selain birokrat senior di Pemprov Kalsel, beliau juga pernah jadi PJ Wali Kota Banjarbaru selama tujuh bulan. Jadi keputusan ini kami pikir sudah tepat," tambahnya.

Nantinya, pihaknya akan segera berangkat ke DPP Partai Demokrat untuk memperbaharui SK usungan. Lantaran SK sebeluknya jelasnya terpaksa harus diperbaharui lantaran ada pergantian bakal calon.

"Kita sudah komunikasi dengan pasangan Martinua-Jaya. Dalam waktu dekat saya akan ke DPP untuk mengurus SK," pungkasnya.

Lalu, adapun PKS yang juga belum menentukan sikap masih menunggu instruksi di level atas. Parpol berkekuatan dua kursi ini memang disebut-sebut akan berkoalisi dengan Golkar. Namun hingga kini PKS juga belum mengumumkan secara gamblang bakal berlabuh kemana. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik