BANJARMASIN - Bukan hanya dokter dan perawat yang tertular virus corona. Dinas Pendidikan Banjarmasin melaporkan, tiga guru dan dua tenaga tata usaha sekolah terkonfirmasi positif COVID-19.
Ini bukti bahwa membuka sekolah untuk belajar tatap muka di zona merah belum lah aman.
"Hasil swab-nya positif. Itu laporan dari Dinas Kesehatan," kata Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.
Karena kelimanya tidak menunjukkan gejala sakit berat, maka diminta karantina mandiri di rumah masing-masing.
Sebagai antisipasi, tempat mereka bekerja selama ini akan disemprot disinfektan. "Kami pastikan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar," jamin Totok.
Di Banjarmasin, sekolah memang belum dibuka. Sesuai instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kendati demikian, sebagian guru tetap berangkat kerja. Guna memberikan pelajaran dari sekolah kepada muridnya di rumah secara daring.
Sampai kemarin (30/8), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin sudah mendekati tiga ribu. Dengan korban jiwa 156 kasus. (war/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin