BANJARBARU - Setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan daerah melaksanakan belajar tatap muka, pada Tahun Akademik 2020/2021. Puluhan sekolah di Banjarbaru sudah mulai mengajukan izin ke Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
Berdasarkan data dari Disdik Banjarbaru, sudah ada 22 sekolah yang mengajukan izin menggelar belajar tatap muka. Terdiri dari 20 Sekolah Dasar (SD) dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kabid Bina SD Disdik Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi mengatakan, SD dan SMP yang sudah mengajukan izin disebut dengan sekolah piloting. Nantinya menjadi percontohan dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Sekolah-sekolah piloting ini sudah mengajukan izin. Saat ini masih dalam tahap verifikasi lapangan oleh Dinas Pendidikan," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.
Dia mengungkapkan, puluhan sekolah yang mengajukan izin tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Banjarbaru. Yakni, SDN 2 Cempaka, SDN 3 Cempaka, SDN 1 Landasan Ulin Timur, SDN 2 Syamsudin Noor, SDN 2 Loktabat Selatan, SDN 1 Guntung Paikat, SDN 1 Loktabat Utara, SDN 5 Loktabat Utara, SDN 1 Komet dan SDN 3 Komet.
Kemudian, SDN 2 Sungai Besar, SDN 4 Sungai Ulin, SDN 1 Bangkal, SDN 1 Palam, SDN 3 Palam, SDN 1 Guntung Manggis, SDN 1 Landasan Ulin Barat, SDN 1 Landasan Ulin Utara. "Lalu SDIT Nurul Fikri dan SDIT Bina Insani. Kalau yang SMP bisa ditanyakan ke Kabid Bina SMP," ungkap Edy.
Ditambahkannya, setelah selesai melakukan verifikasi, Disdik Banjarbaru selanjutnya akan merekomendasikan sekolah yang layak melaksanakan PTM ke Wali Kota Banjarbaru. "Yang menjadi pertimbangan ialah kesiapan sekolah, maupun warga sekolah serta kondisi zonasi Covid-19 di daerah sekolah berada," tambahnya.
Kalau daerahnya masih zona merah Covid-19, dikatakan Edy, Disdik Banjarbaru tidak akan merekomendasikan sekolah melaksanakan PTM. "Karena izin PTM masing-masing sekolah juga melalui pertimbangan Satgas Covid-19," paparnya.
Sementara itu, Kabid Bina SMP Disdik Banjarbaru, Alamsyah menyampaikan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data permohonan tatap muka dari para sekolah. "Sementara ada dua SMP yang jadi sekolah piloting. Yakni, SMPN 1 Banjarbaru dan SMPN 2 Banjarbaru," ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Banjarbaru M Aswan menuturkan, pihaknya bersama Komite Sekolah dan perkumpulan orang tua siswa sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan sekolah tatap muka.
"Dalam rapat itu kami sampaikan syarat-syarat untuk belajar tatap muka. Seperti zonasi Covid-19 dan protokol kesehatan yang harus diterapkan," paparnya.
Dikatakannya, pada rakor itu para orang tua murid bersedia membantu memberikan kontribusi untuk realisasi kelancaran sekolah tatap muka. "Begitu pula Komite Sekolah, mereka siap untuk menggelar belajar tatap muka," pungkasnya. (ris/bin/ema)
Sekolah yang Mengajukan Izin Belajar Tatap Muka
1. SMPN 1 Banjarbaru
2. SMPN 2 Banjarbaru
3. SDN 2 Cempaka
4. SDN 3 Cempaka
5. SDN 1 Landasan Ulin Timur
6. SDN 2 Syamsudin Noor
7. SDN 2 Loktabat Selatan
8. SDN 1 Guntung Paikat
9. SDN 1 Loktabat Utara
10. SDN 5 Loktabat Utara
11. SDN 1 Komet
12. SDN 3 Komet
13. SDN 2 Sungai Besar
14. SDN 4 Sungai Ulin
15. SDN 1 Bangkal
16. SDN 1 Palam
17. SDN 3 Palam
18. SDN 1 Guntung Manggis
19. SDIT Nurul Fikri
20. SDIT Bina Insani
21. SDN 1 Landasan Ulin Barat
22. SDN 1 Landasan Ulin Utara
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin