MARABAHAN - Pemkab Batola kembali memperpanjang status tanggap darurat untuk yang keduakalinya sejak Jumat (12/2) tadi. Beberapa desa masih dilanda banjir. Perpanjangan status tanggap darurat itu berlaku hingga 14 hari mendatang.
Selain status tanggap darurat yang diperpanjang, ada satu hal yang berbeda. Posko induk yang berada di depan Kompleks Perumahan Kota Mahatama GBN dibongkar. Dipindahkan ke depan kantor BPBD Kabupaten Batola yang berada di Marabahan.
Walaupun pindah tempat, posko induk tetap melayani korban banjir. Masih memasak makanan untuk disuplai ke beberapa desa dan posko yang masih menghadapi banjir. "Status tanggap darurat diperpanjang sampai tanggal 26 Februari," ujar Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor kepada Radar Banjarmasin.
Beberapa desa yang tergenang air seperti di Kecamatan Jejangkit dan Mandastana. "Kondisi air masih menggenangi jalan dan sebagian rumah penduduk," ungkap Rahmadi sapaan Rahmadian Noor.
Bahkan sebagian desa di Kecamatan Cerbon dan Rantau Badauh juga masih terdampak banjir. Sebagian rumah warga juga masih tergenang air. "Juga masih ada pengungsi di Kecamatan Bakumpai, Cerbon, dan beberapa titik lainnya," tambahnya.
Rahmadi mengatakan pihaknya juga terus mengupayakan percepatan pengeringan air. Dilakukan berbagai upaya seperti normalisasi sungai, "Sampai saat ini normalisasi sungai masih berlangsung dalam rangka tanggap darurat," ungkapnya.
Kepala BPBD Kabupaten Batola, Sumarno menjelaskan perpindahan posko induk ke depan kantornya bantuan logistik sudah mulai menipis. Tapi, pelayanan masih harus tetap dilakukan. "Kalau ada bantuan yang datang dan masih perlu bantuan makanan dari dapur umum, tetap kami layani di posko baru ini," tegasnya.(bar/dye/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria