Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum teratasi, muncul krisis air bersih. Kemarau yang penuh ujian.
***
MARTAPURA – Akibat musim kemarau yang kian panas dan kering, krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Salah satunya di Desa Limamar, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Dalam beberapa pekan terakhir warga di sana kesulitan memperoleh air bersih.
Lantaran beberapa sumur milik warga mengering akibat kemarau. Kondisi itu terungkap saat relawan Emergency Banjar Response (EBR) melaksanakan kegiatan rutin Jumat Berkah di RT 03 Desa Limamar, pekan lalu (4/8). Ketika relawan ingin menunaikan salat di masjid sekitar, ternyata air untuk berwudunya kosong. Hingga relawan berinisiatif mengambil air dari Kota Martapura dan membawanya ke masjid.
“Saat kami mengisi air masjid, ternyata warga berdatangan meminta air bersih,” kata Koordinator EBR, Sa’duddin. Melihat itu, relawan datang lagi untuk mendistribusikan air bersih ke Desa Limamar, Sabtu (5/8) tadi. Warga desa, Musa membenarkan kondisi sulit itu. “Karena mayoritas warga hanya memanfaatkan air sumur. Kalau kering, mereka bingung mau cari air ke mana,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banjar, Warsita mengaku sudah mendatangi beberapa daerah yang dikabarkan kesulitan mendapat air bersih.
Khusus di Desa Limamar, ada tiga rukun tetangga yang belum terlayani program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Yaitu RT 03, 04, dan 05.
“Karena itu mereka kekurangan air bersih. Rencananya, kami distribusikan tandon dan air bersih ke sana,” janjinya.
Selain di Desa Limamar, Warsita menyebut, krisis air bersih juga melanda Desa Kelampayan Tengah, Astambul.
“Tapi saat kami datangi, kata pambakalnya (kadesnya) belum perlu pendistribusian air bersih. Karena belum ada laporan warga,” ujarnya.
BPBD sedang memetakan daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih. Supaya bisa langsung didistribusikan apabila ada yang memerlukan.
“Biasanya di Kecamatan Aluh-Aluh dan Kecamatan Martapura Barat juga krisis air bersih, tapi sampai ini belum ada laporan resmi dari masyarakat setempat,” pungkasnya. (ris/fud)